Woow, Dari Hutan Pinus Dlingo, Bantul Sumbang PAD Jogjakarta Rp700 Juta Setahun

0
16
Hutan Pinus Mangunan, begitulah masyarakat Jogja menyebutnya. Sesuai namanya Hutan Pinus yang terletak di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. (Ist)

BANTUL, Inspirasibangsa (10/7) — Destinasi wisata di Kota Yogjakarta cukup banyak, salah satunya Kawasan wisata hutan pinus di Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mampu memberikan kontribusi ke pendapatan asli daerah pemerintah setempat sebesar Rp700 juta per tahun.

“Setelah kawasan hutan pinus di Dlingo dibuka menjadi hutan wisata dua tahun terakhir PAD-nya sekitar Rp600 juta sampai Rp700 juta, tahun kemarin sekitar Rp700 juta,” kata pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto di Bantul, Senin.

Menurut dia, perolehan pendapatan dari penarikan retribusi ke kawasan wisata hutan pinus itu lebih besar dibanding ketika sektor kehutanan itu disadap oleh Balai Pelestarian Hutan DIY sebelum kawasan itu dibuka jadi destinasi wisata.

“Selama dua tahun terus menerus sebelum dibuka jadi wisata, menurut keterangan pengelola balai, waktu disadap PAD masuk sebesar Rp300 juta, dengan begitu kan sudah lebih dari dua kali lipat pemasukannya,” katanya seperti dilansir AntaraNews.com.

Namun demikian, kata dia, pendapatan wisata hutan pinus di beberapa lokasi di perbukitan Kecamatan Dlingo Bantul masuk ke PAD Pemda DIY, karena kawasan konservasi hutan pinus itu pengelolaannya di bawah instansi terkait di DIY.

Akan tetapi, kata dia, hal itu bukan menjadi persoalan bagi Pemkab Bantul yang wilayahnya punya kawasan itu, sebab sektor pariwisata mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar dengan membuka jasa usaha.

“Bisa dibayangkan sektor ekonomi yang bergerak di sana, baik pengelolaan homestay, kuliner hingga parkir. Hal itu bisa mengurangi kemiskinan, pengangguran berkurang sehingga kesajahteraan masyarakat meningkat,” katanya.

Oleh sebab itu, kata dia, pengembangan sektor pariwisata di wilayah timur Kabupaten Bantul ini terus didorong pemkab agar makin berkembang dan menyejahterakan masyarakat, yang tentunya juga diimbangi dengan peningkatan sarana dan pengelolaan kawasan wisata.

“Pengembangan kawasan sudah dilakukan beberapa pengelola, termasuk ketua koperasi bagaimana yang sudah baik pariwisata di Dlingo dipertahankan, kita harap semua pengunjung yang datang semua disapa dilayani dengan baik,” katanya.

Bagi Rizky Suhadi, Mahasiswa Fakultas Pertambangan UPN Jogjakarta kepada Inspirasibangsa.com, seringkali kalau weekend berkunjung ke Wisata Hutan Pinus Dlingo bersama teman-temannya, sekalian refreshing.

“Kadang saya beramai-ramai dengan teman kuliah jalan ke Kawasan Hutan Pinus, selain pemandangannya indah, udaranya sejuk, Mas. Saya kadang bermalam, untuk menikmati udara di pagi harinya, masuk ke kawasan itu gratis, hanya bayar parkir untuk motor dikutip Rp 2.000, mobil Rp 5.000,” ungkap Rizky yang saat ini masuk semestar V. (Lang)