Visit Sumenep 2018, Telah Dipersiapkan Secara Matang

0
20
Ist

SUMENEP, Inspirasibangsa (7/7) — Visit Year 2018 atau Visit Sumenep 2018, menjadi salah satu agenda penting bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur. Pemkab menargetkan untuk bisa datangkan 10 juta wisatawan ke Sumenep.

Ada tiga wisata yang menjadi andalan Pemkab Sumenep, yaitu Pantai Sembilan Gili Genting, Gili Labak, dan Gili Iyang. Selain itu, ada juga wisata lainnya seperti Wisata Alam Boekit Tinggi, Keraton Sumenep, Gunung Pajuddan, dan lain sebagainya.

Hanya saja, ada beberapa kalangan yang masih menyangsikan kesiapan Pemkab Sumenep mengenai Visit Sumenep 2018. “Tahun 2018 sebentar lagi, saya pesimis berjalan maksimal. Terus terang, saya belum melihat ada konsep soal Visit Sumenep 2018,” ungkap Yusup, salah satu pengamat kebudayaan di Sumenep.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Diabudparpora) Sumenep, Sofiyanto, mengungkapkan bahwa Visit Year 2018 sudah siap.

“Secara umum, Pemkab Sumenep untuk Visit Year 2018 boleh dikatakan siap,” tegas Sofi di kantornya, seperti dilansir dari mediamadura.com.

Kesiapan tersebut, karena beberapa aspek teknis sudah berjalan. Misalnya, Pemkab Sumenep telah menunjuk beberapa pokja (kelompok kerja) terkait konsep teknisnya.

“Di Gili Labak misalnya, kita sudah membuat paving dan saluran air bersih melalui dinas terkait, lalu ada juga yang bekerja MCK dan pelabuan,” ujarnya.

Selain itu, Pemkab Sumenep telah melakukan promosi mengenai Visit Sumenep 2018. Salah satunya, telah dilakukan komunikasi dengan pengelola penerbangan PT Angkasa Pura di Surabaya.

“Peluang di PT Angkasa Pura kita sangat besar, bahkan kita sudah terakomodir melebihi objek wisata lainnya, jadi kita sudah gebyar di bandara internasional,” ungkapnya.

Sedangkan Moh. Faishol, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Wiraraja Sumenep sependapat dengan pandangan Yusup. Menurutnya, Pemkab Sumenep harus terus mematangkan konsep teknis yang telah ada.

“Jangan sampai, karena terlalu puas diri terhadap kesiapan, malah membuat konsep yang ada tak berjalan dengan baik,” tukas Faishol, yang juga alumni Pascasarjana Universitas Brawijaya.

Faishol berharap, waktu yang tinggal beberapa bulan ke depan, hendaknya dipergunakan sebaik mungkin untuk lebih mematangkan konsep yang telah ada. Sehingga, teknis pelaksanaannya tak mengalami kendala apapun. (Ham)