Uang Elektronik Dikembangkan di Pesantren

0
17
Ist

BENGKULU, Inspirasibangsa (25/4) — Pesantren merupakan salah satu institusi pendidikan yang ada di Indonesia. Di mana, para peserta didik tinggal di dalam asrama selama 24 jam.

Berkenaan dengan hal tersebut, ternyata BI (Bank Indonesia) merasa tertarik dengan kehidupan sehari-hari yang ada di pesantren. Maka dari itu, BI (Bank Indonesia), coba kembangkan layanan uang elektronik. Salah satu pesantren yang dipilih oleh BI (Bank Indonesia), ialah pesantren yang ada di Provinsi Bengkulu.

Kepala Tim Advisory Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu, Christin Sidabutar, menjelaskan bahwa layanan e-money atau uang elektronik ini, direncanakan sudah bergulir menjelang Ramadhan 2017.

“Kita memilih pesantren, sebab di sini institusi paling tepat untuk penerapannya. Karena, seluruh aktivitas terfokus 24 jam dalam pesantren,” ungkapnya, Ahad (23/4), seperti dilansir dari republika.co.id.

Menurutnya, di pesantren, para santri mulai dari sekolah sampai kegiatan sehari-hari, semuanya dilakukan di lingkungan pesantren. Dan setiapi siswa, paling tidak berada di pesantren kurang lebih dari 3 tahun.

“Kalau di sekolah biasa menjadi tidak efektif. Sebab, siswanya setelah proses belajar mengajar ya pulang ke rumah. Jadi susah untuk menerapkan uang elektronik ini,” tambahnya lagi.

Sebelum penggunaan uang elektronik, para santri dibekali dengan kartu e-money dalam beraktivitas. Baik untuk keperluan membeli kebutuhan sehari-hari, maupun untuk membeli keperluan belajar mengajar. Dengan demikian, semua jenis transaksi, nantinya akan menggunakan uang elektronik.

Artinya, mereka tidak lagi memegang uang tunai untuk bertransaksi. Di mana, jika ingin berbelanja di toko yang tersedia di pesantren, mereka cukup menggunakan kartu tersebut. Atau ketika ingin berbelanja, di toko-toko retail yang telah menyediakan perangkat pembayaran menggunakan uang elektronik.

“Begitu juga, untuk keperluan pembayaran uang sekolah. Kita berharap selama santri menimba ilmu di pesantren, mereka menjadi terbiasa menggunakan uang elektronik, dan berlanjut setelah tamat nanti. Bahkan kalau bisa, ikut menularkan hal positif ini ke yang lain,” ujarnya.

Adapun BI (Bank Indonesia) Perwakilan Provinsi Bengkulu, memilih pesantren yang ada di Kabupaten Kepahiang untuk mengembangkan program uang elektronik. Pemilihan lokasi tersebut, karena dirasa cukup efektif dan efisiean. Serta, mudahnya infrastruktur yang disediakan oleh pesantren.

Dengan adanya penggunaan uang elektronik di pesantren, diharapkan banyak institusi pendidikan lainnya juga ikut tertarik menggunakan e-money. Karena dengan menggunakan e-monye, akan membuat transaksi lebih mudah, aman, dan nyaman. (Ham)

Berita Terkait: Santri dan Penopang Ekonomi Nasional