Tol Bawen-Salatiga Awal Juni Besok Sudah Bisa Dipakai

0
21
Jalan Tol Bawen-Salatiga-Pembangunan konstruksi jembatan yang melintasi perbukitan dan Sungai Tuntang telah selesai pengerjaannya di Kecamatan Tuntang. (Ist)

SALATIGA, Inspirasibangsa (24/5) — Para pemudik ke arah Jawa Tengah boleh bernafas lega karena ruas tol Bawen-Salatiga (17,6 km), yang merupakan bagian dari Tol Semarang – Solo (72,6 km), sudah bisa digunakan pada masa mudik Lebaran tahun ini.

“Progres konstruksi sudah 97,4 persen dan ditargetkan pada awal Juni sekitar tanggal 8 Juni sudah tuntas sehingga mulai 15 Juni atau H-10 sudah siap digunakan, ” kata Direktur Teknik dan Operasi Trans Marga Jateng Ali Zainal Abidin di Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (24/5).

Ali mengatakan pekerjaan seperti pemindahan timbunan tanah, median jalan, bahu jalan dan rigid beton hanya tersisa pada ruas jalan sepanjang 1,5 kilometer di segmen 3.1. Bawen Polosiri.

“Target optimis kami 14 hari bisa diselesaikan sehingga pada awal Juni 2017 sudah bisa selesai. Jadwal kerja tanggal 8 Juni konstruksi selesai,” katanya.

Setelah pekerjaan konstruksi selesai, Ali menjelaskan, tim laik fungsi akan menilai fungsi jalan untuk memastikan jalan benar-benar siap digunakan selama masa mudik Lebaran.

“Fungsional di sini, layak pakai sebagai jalan tol biasa bukan seperti ruas lain yang menggunakan LC (lean concrete) atau beton dasar untuk jalan kerja lebar tujuh meter dan tebal beton 10 cm,” katanya.

Direktur Utama PT TMJ Yudhi Krisyunoro menyatakan ruas jalan tersebut statusnya kemungkinan besar masih uji coba dan bebas tarif.

“Tapi untuk kendaraan golongan satu non-bus. Dan kondisi akan terus dipertahankan karena pintu keluar arah Salatiga di kawasan Tingkir masih jalan provinsi lebar enam meter,” kata Yudhi seperti dikutip AntaraNews.com.

Perusahaan telah mengusulkan tarif tol Bawen-Salatiga sekitar Rp1000 per kilometer atau Rp17 ribu untuk 17,6 km ke Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Jalan tol itu, Yudhi menjelaskan, memberi pilihan bagi pengguna jalur lintas Semarang-Solo kategori golongan satu untuk menghemat waktu sekitar 30 menit.

“Jika waktu tempuh rata-rata 80 km per jam maka jarak 40 km Semarang-Salatiga hanya sekitar 30 menit, sedangkan jika jalan nasional bisa sekitar satu jam, bahkan bisa lebih jika pagi atau sore,” kata Yudhi.

Tol Semarang-Solo (72,6 km) ditargetkan selesai pada triwulan III 2018. Pembebasan lahannya sudah 99 persen selesai.

Jalur tol itu akan meliputi lima seksi, yakni seksi Semarang -Ungaran (10,85 km) dan Ungaran-Bawen (11,99 km) yang sudah beroperasi serta seksi Bawen-Salatiga (17,6 km), Salatiga -Boyolali (21,47 km) dan Boyolali-Kartasura (7,14 km).

PT Jasa Marga Semarang Batang (JSB) sebelumnya mengumumkan bahwa pemudik dari arah Jakarta, khususnya setelah dari Brebes Timur, bisa melanjutkan dengan jalan tol secara fungsional hingga ke Gringsing.

“Dirut PT JSB Saut Simatupang kepada publik sudah menyebut bahwa pemudik bisa lewat jalan tol secara fungsional hingga Gringsing, Kabupaten Batang, ” kata AVP Corporation Communication PT Jasa Marga Tbk, Dwimawan Heru.

Dengan demikian, kata Heru, pemudik tahun ini bisa menggunakan jalan tol sepanjang 110 kilometer dari Brebes Timur hingga Gringsing. (Lang)

 

Baca Juga: BPJT Masing Hitung Tarif Tol Ungaran-Bawean