Teknopolis 2017 Ajang Pamer Teknologi Canggih Masa Depan

0
31
Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara didamping Hasan Aulia, CEO PT Erajaya Swasembada Tbk, saat mengunjungi salah satu stand di Teknopolis 2017, JHCC Hall A, Senayan Jakarta, Jum’at (9/6). (dok)

JAKARTA, Inspirasibangsa (10/6) — Perkembangan teknologi boleh dibilang begitu cepat, bila tak diikuti pasti ketinggalan jaman. Lantaran begitu, Erajaya Erafone, sebagai distributor alat elektronik terbesar di Indonesia bersama Traya selaku EO (event orginazer, red), menggelar pameran teknologi gadget terbesar di tahun 2017 ini dengan nama Teknopolis 2017 mengusung tema “Today is Technology and Beyond” yang berlangsung dari tanggal 9-11 Juni 2017 di JHCC Hal A, Senayan, Jakarta resmi dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara, yang didampingi Dirjen ILMATE Kementerian Perindustrian RI, I Gusti Putu Suryawirawan, Jum’at (9/6).

“Tujuan pameran ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat terkait model teknologi berbasis Internet of Thing (IoT),” pungkas Hasan Aulia, CEO Erajaya Phone yang didampingi Bambang dari PT. Traya selaku EO.

“Dengan teknopolis kita harap bisa memberikan knowledge sharing. Karena banyak barang-barang yang dipajang masih sample. Jadi ini sangat penting jadi bisa memberi inspirasi,” tambah Hasan Aulia saat Konferensi Pers yang diadakan di Teknopolis 2017, Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, pada Jumat malam (9/6).

IoT sendiri merupakan teknologi nirkabel yang kini menjadi tren dengan mengurangi keterlibatan manusia secara manual. Sebelumnya bentuk IoT salah satunya adalah CCTV dimana perekaman itu dilakukan oleh program. Sementara manusia hanya sebagai pengontrol saja.

Hasan menjelaskan, Teknopolis 2017 merupakan yang pertama diadakan. Oleh karenanya, Teknopolis 2017 menargetkan dikunjungi 25.000 pengunjung.

“Target kita 25000 itu ideal. Ini pameran pertama bagi kami. Diharapkan ke depan akan terus tumbuh, selain pameran gadget smartphone, di Teknopolis juga ada pameran drone, robot, di sini lengkap untuk teknologi masa depan karena saat ini bukan hanya smartphone, tapi juga ada smart device, Applikasi yang berbasis IoT,” jelasnya.

Untuk target penjualan, Hasan mengatakan tidak menargetkan. Sebab, menurutnya acara Teknopolis 2017 diharapkan memberi dampak pada kesadaran masyarakat terhadap teknologi terutama IoT itu sendiri.

“Untuk event pertama tidak menargetkan transaksi. Kita lebih mendahulukan awareness dulu. Kita harap masyarakakt bisa mencoba. Syukur-syukur beli. Target kita belum menargetkan,” ujarnya.

Teknopolis 2017 menghadirkan berbagai teknologi terkini dari berbagai merk produk. Samsung menujukkan teknologi VRnya, Marshall dan JBL melalui speaker nirkabelnya, serta Apple yang menujukkan upaya konektivitasnya dengan perangkat berat lain seperti iRig. Garmin dengan produk jam tangan yang dapat menghubungkan aplikasi ke dalam tubuh manusia seperti mendeteksi detak jantung, jumlah langkah manusia per hari, “Nah ini produk untuk orang yang hoby olahraga cocok,” tandas Hasan.

Selain itu, merk MSi menujukkan teknologi VRnya yang kini dikompatibelkan dengan sejumlah jenis permainan. MSi juga menunjukkan produk andalannya, Laptop yang diperuntukkan untuk keperluan gaming.

Bahkan, salah satu merk mobil, BMW, memamerkan mobil sport masa depan yang ramah lingkungan yang telah dirilis sejak 2014, BMW i8. Mobil itu mengambil konsep digital karena mengawinkan sistem teknologi elektrik yang berbasis listrik dan sistem biasa yang berbasis bahan bakar minyak. (Lang)