STP Jakarta Kerjasama dengan Bangka Tengah

0
23
Ist

BANGKA TENGAH, Inspirasibangsa (25/5) — Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta, salah satu satuan pendidikan tinggi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), jalin kerjasama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung.

Kerjasama yang dilakukan, tentang Pelaksanaan Kerja Sama Teknis Pendidikan, Penelitian, Pengembangan dan Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam rangka Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kerjasama, atau sinergi dan kemitraan tersebut merupakan bagian dari Perjanjian Kerja Sama yang ditandatangani oleh Ketua STP Mochammad Heri Edy dan Kepala Dinas Perikanan Bangka Tengah Dedy Muchdiyat, di Kantor Sekretariat Daerah Bangka Tengah, Selasa (23/5).

Kemitraan ini, merupakan tindak lanjut dari Kesepakatan Bersama antara STP dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah tentang Pendidikan, Penelitian, Pengembangan dan Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Kesepakatan Bersama ini, ditandatangani pada Maret lalu oleh Ketua STP dan Bupati Bangka Tengah kala itu Erzaldi Rosman, yang kini menjadi Gubernur Bangka Belitung. Ditemui Senin (22/5), Erzaldi mengatakan, pihaknya berencana meningkatkan kerja sama dengan STP ke tingkat provinsi.

Ruang lingkup sinergi dengan Dinas Perikanan ini, meliputi dukungan penyusunan zonasi daerah penangkapan ikan (fishing ground) di Kabupaten Bangka Tengah; rayonisasi penerimaan taruna/taruni STP dan pemberdayaan/pemanfaatan lulusannya; serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku utama dan pelaku usaha perikanan.

Pada kesempatan tersebut, Heri Edy menjelaskan, STP menggunakan sistem pendidikan vokasi, dengan pendekatan teaching factory. Porsinya sebanyak 70% praktik dan 30% teori.

Karena itu lulusan yang dihasilkan siap bekerja dan berwirausaha sesuai bidangnya. Hal ini sejalan dengan amanah Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan pendidikan vokasi.

Taruna juga dididik dengan 18 karakter, yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokrasi, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.

Sebagai contoh, untuk menghasilkan karakter mandiri, STP menggunakan pendekatan teaching factory, dengan dibangunnya dunia usaha dan industri sesungguhnya di dalam kampus.

Misalnya pada Program Studi Pengolahan Hasil Perikanan, para taruna dididik untuk menjalankan usaha pengolahan sesuai standar. Dimulai mencuci tangan, memakai sepatu dan pakaian khusus, masker, dan tutup kepala. Kemudian mereka menjalankan proses pengolahan hasil perikanan, hingga pengemasan dan pemasaran.

Heri melanjutkan, selain Diploma IV (setara Strata II), STP juga memiliki Program Pascasarjana. “Mungkin STP satu-satunya perguruan tinggi perikanan Indonesia, yang memiliki Program Magister Terapan,” pungkasnya.

Berita Terkait: Bangka Tengah, Memiliki Potensi Kelautan dan Perikanan yang Tinggi