Sampah Lebaran Yang Menjadi Polemik di Tiap Tahun

0
17
Atasi Masalah Sampah, DKP Kab. Gianyar Rancang Bank Sampah. (Ist)

JAKARTA, Inspirasibangsa (28/6) — Selama jelang dan pasca lebaran pasti disibukan soal mudik, pangan, dan THR serta arus balik. Tapi ada satu hal yang kurang diperhatikan yaitu soal sampah. Biasanya dari tahun ke tahun setiap pasca liburan lebaran sampah menjadi polemik bagi dinas-dinas kebersihan di tiap pemkot maupun pemkab.

Seperti halnya di kota Solo, selama dua hari setelah lebaran, volume sampah mengalami peningkatan dibanding hari-hari biasa. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Solo memperkirakan, sejak memuncaknya arus mudik di Kota Solo, dua hari menjelang lebaran volume sampah sudah meningkat dan puncaknya pada dua hari setelah lebaran volume sampah naik sekitar 10 persen.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Solo, Hasta Gunawan, mengatakan kepada wartawan, Selasa, (27/6), volume sampah sudah diprediksi sejak awal dengan perkiraan selama libur lebaran naik sekitar 10 persen. Namun dalam kenyataan baru dua hari setelah lebaran, volume sampah yang diangkut petugas piket dan dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Putri Cempo diperkirakan lebih dari 300 ton.

“Angka 300 ton itu adalah volume sampah harian yang dibuang ke TPA Putri Cempo. Selama dua hari setelah lebaran, volume sampah yang dibuang ke Putri Cempo per hari lebih dari 330 ton,” katanya seperti dilansir Pikiran Rakyat.com.

Menurut Hasta Gunawan, pada masa liburan lebaran ini produksi sampah terbesar berasal dari kawasan objek wisata dan limbah rumah tangga. Di objek wisata, volume sampah terbanyak berupa kertas dan plastik bekas kemasan makanan dan minuman. Selain sampah limbah rumah tangga, katanya, volume sampah dari pasar tradisional dan restoran juga relatif besar.

“Objek wisata seperti Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) dan Taman Balekambang, setiap libur lebaran selalu padat pengunjung. Jadi wajar kalau produksi sampahnya meningkat,” ujarnya.

Sementara, prediksi produksi sampah di Kota Bandung selama dua pekan libur Lebaran diperkirakan bakal bertambah 20 persen setiap harinya. Sampah plastik dan kertas bakal mendominasi.

Rata-rata produksi sampah Kota Bandung 1.500 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persennya merupakan sampah anorganik. Kenaikan rata-rata diperkirakan 20 persen mulai dari H-5 hingga H+7. Namun puncaknya, seperti tahun-tahun sebelumnya, bakal terjadi di malam Lebaran, kata Direktur Utama PD Kebersihan Kota Bandung Deni Nurdyana, Kamis minggu kemarin (15/6) seperti disitir Pikiran Rakyat.com.

Pada malam Lebaran, seluruh sampah yang diangkut bakal dibawa ke titik-titik pengumpulan sampah di kantor-kantor PD Kebersihan, seperti Sekelimus, Sadangserang, dan Cijerah Kota Bandung. TPA Sarimukti bakal tutup di hari pertama Lebaran. Pengangkutan baru bisa dilakukan sehari sesudahnya.

Sedangkan,Dinas Kebersihan DKI Jakarta memprediksi, tiga hari menjelang lebaran, volume sampah di Ibu Kota Indonesia sehari sebelum lebaran ditaksir mencapai 8.000 ton. Menurut Rizky Febrianto, Kepala Satuan Pelaksanaan Pemrosesan Akhir Sampah di institusi dimaksud, peningkatan sampah terjadi di malam takbiran.

Di lain sisi, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyatakan bahwa kedatangan Idulfitri pada Minggu (25/6) malah berhasil mengurangi volume sampah di Jakarta.

“Berkurangnya volume sampah disebabkan berkurangnya aktivitas ekonomi dan perdagangan,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Isnawa Adji, dilansir VIVA.co.id, Senin (26/6).

Isnawa menambahkan, hingga sehari sebelum Lebaran jumlah sampah dari Jakarta yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, mencapai 3.955 ton. Namun, untuk keesokan harinya atau tepat di hari raya Idul Fitri sampah yang dikirim hanya sekitar 1.000 ton.

Jadi, di mana ada manusia, di situ ada sampah. Perbedaan terbesar kemungkinan bersandar pada bagaimana limbah itu diperlakukan.

Sering terjadi contoh bekas minuman sengaja ditinggal di kursi ruang tunggu dianggap bukan sampah. Dan sampah dari mobil yang sengaja dibuang ke jalan raya, itu menjadi sampah di jalanan dan akhirnya disapu dan dikumpulkan menjadi kumpulan sampah bersama dedaunan dan smpah lainnya.

Karena itu, untuk mengatasi peningkatan volume sampah di hari libur lebaran ini, setiap dinas kebersihan pemerintah kota atau kabupaten sudah melakukan berbagai upaya. Kini tergantung masyarakatnya yang akan patuh aturan terhadap sampah. (Lang)