Puasa Ramadhan Bisa Redam Ujaran Kebencian di Media Sosial

0
32
Ilustrasi (Ist)

JAKARTA, Inspirasibangsa (27/5) — Menteri Agama, Lukmanul Hakim telah menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada hari ini, Sabtu, 27 Mei 2017. Penetapan ini diumumkan setelah dilakukan sidang Isbath di Kementerian Agama RI pada Jumat sore, 26 Mei 2017. Penetapan ini tentu melegakan segenap umat Islam di penjuru nusantara yang telah menunggu untuk melaksanakan shalat tarawih.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia. Bulan ini dipilih sebagai bulan untuk berpuasa. Untuk umat Islam, puasa merupakan tanda dari ketaatan, penyerahan dan peribadatan kepada Allah SWT. Dikatakan demikian karena puasa merupakan dasar Islam yang merupakan kewajiban bagi semua orang yang beriman. Allah swt berfirman, Puasa itu untuk-Ku, karena itu Akulah yang akan memberi ganjaraannya langsung!

Dalam surat lain Allah Taala berfirman,

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa (Ramadhan) sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa (Al-Baqarah: 183).

Berpuasa mengajarkan diri setiap muslim bukan saja menahan lapar dan haus namun juga ketakwaan, karena di dalam ibadah puasa terdapat bentuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.Karena di dalam ibadah puasa itu terdapat pengendalian hawa nafsu dan penundukan syahwat.

Dewasa ini kita menyaksikan dengan mudahnya ujaran-ujaran kebencian berseliweran di media sosial. Para pengguna media sosial ini terkadang tak mampu menahan dan mengendalikan diri untuk menyaksikan dan memberi komentar tanpa menyelidiki kevalidan data dan sumber berita yang mereka baca.

Semoga dengan Ramadhan ini, suasana lingkungan kita bisa damai, tentram dan jauh dari mudahnya terbakar emosi dari provokasi yang tak bertanggungjawab.

Seseorang yang berpuasa dengan puasa yang benar dan sempurna akan menghasilkan berbagai bentuk ketakwaan, namun sebaliknya, jika puasa seseorang tidak membuahkan berbagai bentuk ketakwaan maka curigailah puasanya tersebut! Bukan mustahil yang didapatkannya adalah haus dan lapar saja! wallahulam. (Dian)