Politik dan Agama Tak Bisa Dipisahkan, Agama Sumber Moral

0
28
Ist

JAKARTA, Inspirasibangsa (3/5) — Politik dan agama tak bisa dipisahkan. Karena agama menjadi salah satu sumber nilai dalam kehidupan politik. Jika tidak ada agama dalam politik, maka orang-orang yang berpolitik akan jauh dari nilai-nilai keagamaan.

Walaupun Indonesia bukanlah negara Islam atau negara agama. Namun, secara praktik, tetap saja agama menjadi sumber nilai dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk di dalamnya ialah kehidupan politik. Sehingga, politik dan agama tak bisa dipisah-pisahkan.

“Salah satu buktinya, adanya sila pertama dalam Pancasila,” ujar Ketua MPR (Majelis Permusyawatan Rakyat) RI, Zulkifli Hasan, Selasa (2/5), seperti dilansir dari republika.co.id.

Menurutnya, di Indonesia politik dan agama tidak bisa dipisahkan. Karena, agama itu menjadi sumber moral bagi penyelenggara negara. Sebab, dalam penyelenggaraanya, Indonesia tetap harus memegang teguh Pancasila sebagai dasar negara.

Dirinya beralasan, apabila agama dipisahkan, maka Indonesia akan sangat sekuler. Hal itu, disebut Zulkifli, sebagai bentuk pengkhianatan kepada para pendiri bangsa yang menghendaki politik dan agama berdampingan. Sehingga, tak boleh dipisah-pisahkan lagi, antara politik dan agama.

Maka dari itu, dalam acara Seminar Nasional Kebangsaan Gerakan Muballigh Bela Negara dan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, meski politik jalan beriringan dengan agama, tapi Indonesia bukanlah negara agama.

Dan dalam kesempatan tersebut, dirinya meminta, bantuan kepada para mubaligh untuk mendakwahkan Empat Pilar MPR RI, kepada para jamaahnya. Karena, nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar, juga ada nilai-nilai keislaman.

“Kalau MPR RI sendirian menyosialisasikan Empat Pilar, mustahil tercapai tujuannya. Maka dari itu, kami harus bekerja sama, termasuk dengan para mubalig,” ujar Zulkifli Hasan. (Ham)

Artikel Terkait: JK: Politik dan Agama Tidak Bisa Dipisahkan 100 Persen