Perkosmi: Pertumbuhan Industri Kosmetik Tergantung pada Masing-Masing Perusahaan

0
14
Ist

JAKARTA, Inspirasibangsa (20/5) — Ketua Umum Persatuan Perusahaan Kosmetik Indonesia (Perkosmi) Nurhayati Subakat menerangkan bahwa, pertumbuhan industri kosmetik akan tergantung pada masing-masing industri itu sendiri. Sehingga, tidak bisa digeneralisir semua industri kosmetik tumbuh.

“Biasanya, industri kosmetik mampu tumbuh hingga dua kali lipat dari angka pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Nurhayati, yang juga Chief Executive Officer PT Paragon Technology and Innovation, produsen merek kosmetik Wardah, seperti dilansir dari KONTAN.

Menurutnya, tahun ini Paragon menargetkan pertumbuhan penjualan kosmetik sekitar 30%. Kini, Paragon mampu memproduksi 10 pieces per bulan di area pabrik seluas 15 hektare, dengan jumlah pekerja sebanyak 7.500 orang.

Sedangkan dengan perusahaan PT Mandom Indonesia Tbk, yang mencatatkan peningkatan penjualan di kuartal pertama tahun ini. Berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2017, emiten berkode TCID di Bursa Efek Indonesia meraih pendapatan Rp 731,3 miliar.

Pertumbuhan yang dicatat sebesar 19,6%, ketimbang periode sama tahun sebelumnya yang senilai Rp 611,5 miliar.

“Respon pasar cukup bangus terutama untuk produk perawatan rambut,” kata Alia Dewi, Sekretaris Perusahaan PT Mandom Indonesia Tbk.

Menurutnya, penjualan perawatan rambut berkontribusi 43% dari total pendapatan. Nilainya tumbuh 23% dibandingkan kuartal sama tahun lalu, dari Rp 260 miliar menjadi Rp 320 miliar.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan perusahaan kosmetik akan tergantung pada masing-masing perusahaan. (Ham)

Berita Terkait: Bisnis Kosmetik Makin Menggiurkan