Pengusaha Adalah Pejuang Bangsa

0
35

 

Ist

Judul : Abdul Latief: Bangkitnya Enterpreneur Nasionalis

Penulis : Syafrizal Dahlan

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit :2017

Tebal : 580 Halaman

ISBN : 978-602-03-3254-3

Harga : Rp 248.000

JAKARTA, Inspirasibangsa (6/6) — “Pengusaha Pejuang, Pejuang Pengusaha” begitulah salah satu kutipan di sampul buku berwarna merah karya Syafrizal Dahlan. Sebuah buku yang mengulas perjalanan hidup Abdul Latief, selama mengarungi hidup dalam dunia bisnis.

Slogan tersebut, ternyata telah mendarah daging bagi diri Abdul Latief. Pasalnya, setiap kali memberikan ceramah, ataupun mengisi sebuah acara tentang kewirausahaan ataupun dunia bisnis, pasti slogan tersebut disampaikan dengan penuh semangat olehnya.

Bila lebih dipersempit, sebenarnya buku karya Syafrizal Dahlan ini, mengulas bagaimana sumbangsih seorang pengusaha dalam membangun Indonesia. Karena, dalam buku ini dijelaskan, bagaimana seorang pengusaha sebenarnya ialah seorang pejuang. Karena dengan jadi pengusaha, akan menjadi pejuang terbukanya lapangan pekerjaan di Indonesia.

Bahkan, kontribusi seorang pengusaha dalam membidani lahirnya Indonesia, berperan penting. Menurut Sejarawan terkemuka, Prof. Dr. Anhar Gonggong, penabuh genderang perlawanan nomor satu adalah saudagar muda Haji Samanhudi dan disempurnakan wujud perlawanan politiknya oleh saudagar Oemar Tjokroaminoto. Tabuhan itu, turut membakar semangat para intelektual muda. Puncak perjuangan para saudagar muda dan para intelektual muda, adalah terwujudnya kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 (hal 2).

Mengingat betapa pentingnya peran seorang pengusaha, akhirnya Abdul Latief membidani lahirnya HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia). Dan menjadi Ketua Umum HIPMI pertama.

Mengenai pendirian HIPMI, Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla menjadi saksi sejarah, bagaimana Abdul Latief begitu bersemangat untuk mendirikan HIPMI di beberapa daerah. Hal tersebut, seperti yang diungkapkan oleh Wakil Presiden: “Masih segar diingatan saya, ketika di awal tahun 70-an, Saudara Abdul Latief dengan teman-teman datang ke Makassar. Kedatangan mereka saat itu tujuan satu, yakni untuk membentuk HIPMI. Kami bertukar pikiran dan berdiskusi bersama. Kami ingin, pengusaha-pengusaha nasional menjadi tuan rumah di negeri sendiri” (hal xvii).

Dalam cukplikan pengantar tersebut, dapat dirasakan bagaimana bersemangatnya Abdul Latief untuk mengumpulkan para pengusaha yang ada di Indonesia, dalam satu wadah organisasi. Tujuannnya, dengan adanya wadah, setiap pengusaha bisa melakukan sharing of knowledge dan transfer of knowledge satu sama lain, demi kemajuan bersama.

Dalam buku ini juga, ada beberapa testimoni menarik, dari beberapa teman-teman Abdul Latief. Mereka, antara lain: Rachmat Saleh, Prof. Dr. Ginandjar Kartasismita, Tun Dr. Mahathir Muhammad, Prof. Dr. Anhar Gonggong, Prof. Firmanzah, Ph.D. Intinya, mereka sangat bangga terhadap apa, yang dilakukan oleh Abdul Latief.

Hal yang membuat buku ini tambah menarik, lay-out buku yang ditampilkan tak begitu monoton. Di mana, ada bab-bab tertentu yang diberikan box tambahan, layaknya tampilan lay-out pada majalah. Tentu, hal tersebut mengundang pembaca makin tertarik membaca.

Bagi yang saat ini berprofesi sebagai pengusaha, atau baru akan merintis usaha, rasa-rasanya buku ini sangat cocok untuk menjadi konsumsi utama dalam mewujudkan cita-cita Anda. Selamat membaca!

*DiresensiOleh Hamli Syaifullah, Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta