Pemerintah Bahas Kerjasama Ekonomi Dengan Nigeria

0
16
Berbagai produk buatan perusahaan Indonesia seperti mie instant, ban radial, beserta produk farmasi dan herbal sangat dikenal di Nigeria. (Ist)

JAKARTA, Inspirasibangsa (7/6) – Hubungan bilateral dengan Nigeria sepertinya semakin lengket. Ini dibuktikan dengan kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kepada Wakil Presiden Nigeria Yemi Osinbajo untuk melakukan pembahasan kerjasama ekonomi, salah satunya peningkatan perdagangan bilateral.

“Indonesia dan Nigeria, dua negara besar dapat memanfaatkan semua peluang kerja sama yang ada,” kata Menlu Retno dalam kunjungan kehormatan kepada Yemi di Abuja, Nigeria pada Senin kemarin.

Pada kesempatan tersebut, Menlu juga secara resmi menyerahkan undangan dari Presiden Joko Widodo kepada Yemi yang juga selaku Plt Presiden Nigeria untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada tahun 2017.

Retno menyampaikan minat Indonesia untuk merevitalisasi perdagangan bilateral yang terus turun dalam lima tahun terakhir.

Salah satunya dengan pembentukan “Preferential Trade Agreement”, termasuk dengan ECOWAS, serta skema perdagangan langsung migas atau “direct oil trade” antara kedua negara.

Sementara itu, Wapres Nigeria menyampaikan dukungannya terhadap upaya peningkatan perdagangan bilateral kedua negara.

Yemi juga menyampaikan komitmen untuk memberikan kebijakan-kebijakan yang mempermudah perdagangan dan investasi Indonesia di Nigeria, salah satunya dengan penurunan hambatan perdagangan tarif dan nontarif.

Ia mengatakan terdapat peluang besar bagi Indonesia untuk investasi di sektor pertanian. Selain memiliki pasar yang besar, Nigeria juga memiliki akses yang luas ke negara-negara Afrika Barat lainnya.

Hal ini senada dengan undangan Menlu RI kepada Nigeria untuk dapat bergabung dalam The Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC). Partisipasi Nigeria dinilai turut berkontribusi dalam menstabilkan harga minyak sawit serta meningkatkan nilai jual produk sawit dan turunannya.

“Kita harus berupaya untuk terus menciptakan terobosan dan mekanisme baru serta memperluas sektor kerja sama,” kata Menlu sebagaimana dilansir AntaraNews.com.

Retno juga menjelaskan kesiapan Indonesia untuk melanjutkan pembahasan kerja sama industri strategis, terutama di bidang pertahanan.

Nigeria telah memperlihatkan keinginannya melakukan kontrak dagang dengan perusahaan industri strategis Indonesia untuk pembelian pelengkapan militer, seperti senjata, kendaraan lapis baja, dan pesawat terbang.

Sebelumnya, Menlu RI telah melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Nigeria Geoffrey Onyeama dan membuka Forum Bisnis Indonesia-Nigeria di Lagos yang dihadiri oleh lebih dari 140 pelaku usaha kedua negara di berbagai sektor. (Lang)