Pemerintah Akan Perbaiki Sistem Pencatatan Tangkapan Ikan

0
9
Ilustrasi (Ist)

JAKARTA — Salah satu meningkatkan produksi tangkapan ikan, pemerintah akan perbaiki data yang diyakini mampu mengerek produksi perikanan tangkap 21,8% atau menjadi 9,5 juta ton tahun depan.

Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Sjarief Widjaja mengatakan pemerintah akan memperbaiki sistem pencatatan yang saat ini belum rapih. Perbaikan itu antara lain mencakup manajemen pelabuhan, bongkar-muat, dan buku kapal (log book).

Perbaikan akan mampu menggaet pula hasil tangkapan nelayan kecil yang volumenya kecil secara harian, tetapi besar jika diakumulasikan setahun.

“Anggap saja 200 hari [hari melaut dalam setahun]. Kalau dia pegang 20 kg [per hari] saja, setahun kira-kira 4 ton. Jumlah perahu yang begitu [kecil] berapa banyak? [Ada] 400.000 unit. Artinya, kalau kita memperkuat sistem pencatatan di daerah-daerah, itu [potensi produksi] terangkat ke permukaan,” ujarnya seperi dilansir Bisnis.com.

Pemerintah menetapkan target produksi perikanan tangkap tahun ini 7,8 juta ton yang setara dengan Rp157,7 triliun. Adapun realisasi produksi tahun lalu 6,4 juta ton.

Apalagi kata Suhana, pengamat perikanan IPB kepada Inspirasibangsa, sejatinya pemerintah sudah memutuskan ikan di seluruh WPPNRI (Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia) 100% wajib dimanfaakan oleh nelayan nasional, dan nelayan asing tidak boleh.

“Jadi sudah semestinya pemerintah lakukan perbaikan-perbaikan di penunjang produksi penangkapan ikan agar memiliki catatan produksi yang sebenarnya sehingga produksi perikanan nasional lebih jelas dan ketahuan,” imbuh Suhana. (Lang)