Pemerintah Akan Kawal Kesiapan Pasokan Dan Stok BBM Jelang Lebaran

0
23
Truk tanki BBM antre di Terminal BBM Pertamina Plumpang, Jakarta, (Ist)

JAKARTA, Inspirasibangsa (3/6) — Hari Raya dan musim mudik sebentar lagi tiba, lantaran itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan dan Wakil Menteri Arcandra Tahar akan memantau kesiapan pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) jelang Lebaran ini.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan pihaknya telah menyediakan posko-posko koordinasi untuk memonitor kondisi pasokan dan distribusi BBM di lapangan.

Kendati demikian, untuk memastikan pasokan dan distribusi BBM terjaga jelang Lebaran, pihaknya akan mengunjungi sejumlah titik.

“Beberapa minggu ke depan ini saya dan pak menteri akan ke daerah,” ujarnya di Jakarta, Jumat (2/6) seperti dikutip Bisnis.com.

Dia pun berharap dengan kegiatan pemantauan langsung tak ada kesulitan pasokan dan masalah distribusi BBM.

“Kita berusaha BBM tidak kekurangan, kebutuhan kita pantau,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar mengatakan untuk menyiapkan ketahanan stok menjelang mudik lebaran, posisi stok BBMditambah dari kondisi normal. Untuk jenis premium, naik 19,04% dari kondisi normal sebesar 1,12 juta kl menjadi 1,29 juta kl. Pada jenis solar, naik 10,36% dari 1,64 juta kl menjadi 1,81 juta kl.

Penambahan stok juga dilakukan pada jenis lain yakni pertalite sebesar 16,49% dari 975.276 kl menjadi 1,13 juta kl serta pertamax naik 14,49% dari semula 695.079 kl menjadi 798.699 kl. Untuk liquefied petroleum gas (LPG), stoknya ditambah 17,5% dari 277.564 ton menjadi 326.371 ton.

Kenaikan stok, katanya, diperkirakan terjadi karena perubahan pola mobilisasi selama mudik. Adapun, dia memprediksikan pada tahun ini kenaikan konsumsi gasolin termasuk premium, pertalite dan pertamax, menyentuh angka 9,7% selama kegiatan mudik.

Dia menyebut beberapa wilayah yang menjadi titik kepadatan arus kendaraan akan naik konsumsinya. Sebagai contoh, dia menyebut kenaikan konsumsi di Jawa Tengah sebesar 25,8%. Untuk jalur Sumatera, kenaikan tertinggi berada di Sumatera Barat dengan kenaikan 22,7% dan Lampung yang menjadi titik temu kendaraan yang berasal dari Pulau Jawa sehingga konsumsi naik 17%.

Prediksi berdasarkan tren penjualan dan realisasi Januari-Maret, konsumsi gasoline akan mengalami kenaikan 9,7% dibanding harian normal, ujarnya. (Lang)