Nikmatnya Panen Rezeki dari Peziarah Kubur Jelang Ramadhan

0
22
Ist

DEPOK, Inspirasibangsa (22/5) — Ramadhan memang tinggal menghitung hari. Namun nuansa ramadhan makin terasa. Terlebih dalam beberapa hari ini sebagian besar umat Islam menjalani tradisi nyekar atau ziarah kubur ke keluarga mereka.

Nyekar ini telah menjadi tradisi yang mengakar dimasyarakat dan dilakukan setiap kali menjelang puasa.Moment ini tentu tidak dinafikan oleh para pedagang bunga tabur dan juga makanan.

Di TPU Depok tepatnya di Jln. Raya Citayam, banyak sekali penjual bunga tabur dan air pandan. Meskipun moment tahunan, tetapi sangat menguntungkan.

Fadli, salah satu penjual bunga tabur mengaku di hari ketiga ia berjualan di TPU Depok, sudah meraup keuntungan sekitar 20 juta. Fadli mengaku ia buka beberapa stand di pemakaman tersebut.

Meski bunga tabur dijual dengan harga yang tak terlalu mahal yakni Rp. 5.000 perbungkus, ia merasa mendapatkan berkah. Apalagi unjungan memuncak menjelang H-1 Ramadhan.

“Dari tahun ke tahun hari itu paling laris, pengunjungnya biasanya rombongan, dan belinya borongan. Biasanya bisa 5 sampai 10 kantong,” ungkap Fadli.

Menurutnya ia juga menyebar anak buah, untuk berjualan di pemakanan di sekitar wilayah Depok.

Lain lagi dengan Pak Bayu, penjual minuman dan siomay yang mangkal di pinggir pemakaman. Ia mengaku sudah seminggu mangkal di tempat tersebut.

“Saya mendapat keuntungan 4x lipat di hari biasa berkeliling,” ungkap Pak Bayu.

Karena sebagian penyekar atau peziarah membeli minuman dan makanan yang ia jual. Karena suasana cukup padat, sehingga rasa haus dan lapar itu pasti muncul. (Dian)

Berita Terkait: Nyekar Jelang Ramadhan, Apa Pandangan Islam?