Nagreg Macet, Pemerintah Akan Bangun Jalur Alternatif Untuk Antisipasi Lebaran Tahun Depan

0
13
ILUSTRASI. Jalur Nagreg Macet 15 Kilometer saat musim liburan lebaran. (Ist)

JAKARTA, Inspirasibangsa (8/7) — Musim liburan lebaran tahun ini titik kemacetan masih terjadi, bahkan kendaraan lewat jalur Selatan terlihat mengular panjang terutama di kawasan Nagreg, Malambong, Gentong menuju Tasikmalaya. Tak mengurangi keberhasilan pemerintah dalam persiapan liburan lebaran kemarin untuk di jalur Utara terutama ruas tol, tapi ini pun patut menjadi catatan bagi pemerintah untuk persiapan mudik tahun depan.

Karena itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berencana mengembangkan jalur alternatif baru di titik-titik rawan kemacetan untuk arus mudik tahun depan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, dalam mempersiapkan jalur mudik lebaran, Kementerian PUPR sudah mempersiapkan perencanaan yang matang dan bekerja jauh hari sebelum musim mudik lebaran tiba.

Selain kesiapan sarana dan prasarana, kelancaran arus mudik juga ditentukan oleh faktor lain yakni regulasi, rekayasa lalu lintas dan perilaku pengendara sendiri.

Untuk jalur mudik 2017 sudah dipersiapkan sejak tahun 2016. Sedangkan arus mudik Lebaran tahun 2018, kami akan siapkan mulai Agustus besok. Jadi kami hanya punya waktu selama 10 bulan ke depan untuk mempersiapkan jalur mudik tahun depan,” ujarnya, Jumat (7/7) seperti dilansir Bisnis.com.

Dalam rangka pelayanan mudik tahun 2018, Kementerian PUPR akan meningkatkan pelayanan jalan di jalur Lintas Selatan terutama di beberapa titik yang kemarin sering terjadi kemacetan, terutama di Underpass Nagreg, sehingga perlu dicarikan solusi yang tepat untuk memecah kemacetan dengan dibuat jalan alternative baru.

Jalan alternatif yang akan dibangun yakni dari Ciawi-Cikijing lalu masuk Jalan Lingkar Jatigede-Sumedang-Bandung.

“Sudah ada desainnya dan akan segera di lelang. Semoga tahun depan sudah bisa dimanfaatkan saat mudik,” ucap Menteri Basuki.

Bagi Wawan, warga Sumedang mengomentari rencana pemerintah itu, menurutnya, rencana itu merupakan positif dan pasti geliat perekonomian di wilayah yang dilalui pembangunan jalan tol itu akan tumbuh. Seperti saat proses pembangunannya, berapa banyak pekerja pasti butuh makan, minum dan sebagainya. Dan kalau sudah jadi jalan tol itu, tentu daya saing perekonomian semakin kompetitif. “Karena, waktu tempuh lebih singkat,” tandas Wawan kepada Inspirasibangsa.com melalui saluran telepon.

Selain mengatasi kemacetan di jalur Nagreg, Kementerian PUPR juga akan menyiapkan jalur alternatif lain seperti jalur Limbangan-Gentong yang berada di lintas tengah Jawa Barat. Untuk jalur alternatif lain adalah terutama di jalur Krukut, Purwokerto, Patakan hingga Temanggung juga akan disiapkan rencananya lebih baik lagi.

Sedangkan untuk Jalan Tol Trans Jawa, Kementerian PUPR akan memfokuskan untuk menyelesaikan ruas Brebes Timur-Grinsing hingga Semarang agar saat dilewati sudah 4 lajur tol meskipun belum beroperasi.

Untuk antisipasi mudik tahun ini, adanya tambahan tol darurat sepanjang 337 Km di Pulau Jawa dan 65 Km di Pulau Sumatera, sangat membantu mengurangi kemacetan panjang arus mudik. Disamping itu jalan nasional dan jalan alternatif utama sudah dilakukan perbaikan dan dihentikan pada H-10 sehingga kondisinya mantap.

Di rest area jalan tol, Kementerian PUPR juga menyediakan mobile toilet 13 unit (4 bilik per unit) di 11 rest area jalan tol Jawa. Disamping itu juga disiagakan 30 personel yang bekerja memastikan toilet mobile tersebut dapat berfungsi dengan baik sejak tanggal 15 Juni sampai 9 Juli 2017.

Untuk mengurangi kepadatan di ruas jalan Tegal – Purwokerto yang menjadi jalur kendaraan dari Pantura menuju lintas tengah dan selatan Jawa. Kementerian PUPR juga membangun 4 flyover pada perlintasan sebidang kereta api yakni Klonengan, Dermoleng, Kretek, dan Kesambi.

Pada hari biasa waktu yang dibutuhkan dari Pejagan melewati empat perlintasan kereta ini sejauh 60 Km sekitar 4 jam, namun saat mudik lebaran tahun 2016 bisa hingga 14-16 jam. Dengan berfungsinya keempat flyover pada mudik Lebaran tahun ini, dengan kondisi traffic diperkirakan dapat berkurang menjadi sekitar 5-6 jam.

Seperti yang dirasakan Reisman, warga Pejagan yang pulang kampung pakai sepeda motornya dari Jakarta, dia mengatakan puas, beda dengan tahun lalu, meskipun pakai sepeda motor tetap tersendat juga, tapi lebaran tahun ini Reisman mulus ke kampung halamannya mulai dari persimpangan jalan Raya Brebes belok kanan ke Pajagan hanya 3 jam sudah sampai di desanya.

“Tahun ini saya rasakan lebih cepat sampai di rumah, alhamdulillah tenaga pun gak terlalu capek, jadi flyover itu sangat membantu,” tandas Reisman kepada Inspirasibangsa.com. (Lang)