Meskipun Digratiskan, Tetap Saja Pemudik Motor Sepi Hanya 60% Dari Kapasitas Yang Disediakan

0
18
Pemudik sepeda motor menggunakan kapal Laut mulai diberangkatkan Sabtu (17/6). (Ist)

SURABAYA, Inspirasibangsa (29/6) — Mestinya program pemerintah mudik gratis angkutan kapal laut bagi pengendara sepeda motor bisa lebih sukses lagi bahkan daya serap lebih banyak bila program ini disosialisasikan jauh-jauh hari atau beberapa bulan sebelum musim mudik.

Akibatnya, program kali ini sepi peminat dan hanya terserap 60 persen dari total kapasitas yang tersedia, kata pejabat Kementerian Perhubungan.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono kepada wartawan di Surabaya, Rabu (28/6), mengatakan sepinya peminat program mudik gratis ini dikarenakan persiapannya memang terlampau pendek, yaitu hanya sebulan menjelang Lebaran.

“Program mudik gratis bagi pengendara sepeda motor naik kapal laut ini kan baru pertama kali diadakan. Itu pun diselenggarakan mendadak setelah kami dimintai bantuan untuk mengurangi angka kecelakaan di jalan raya,” katanya seperti dilansir AntaraNews.com.

Karena pemudik menggunakan sepeda motor selama ini dipandang kerap mengabaikan keselamatannya, di antaranya membawa barang yang melebihi kapasitas sehingga membahayakan bagi pengendara maupun pengguna jalan lainnya.

“Kami meyakini dengan menggiring pemudik sepeda motor ini mengikuti program mudik gratis naik kapal laut dapat menekan angka kecelakaan di jalan raya,” ucapnya.

Untuk program yang pertama kali digelar tersebut, pemerintah hanya menyediakan satu rute pulang pergi Jakarta – Semarang menggunakan dua unit kapal, yaitu Kapal Motor (KM) Dobonsolo dan KM Mutiara Sentosa III.

Dua kapal tersebut melayani lima kali perjalanan pulang-pergi Jakarta – Semarang yang dimulai sejak empat hari sebelum lebaran, serta lima kali perjalanan pulang-pergi setelah lebaran.

“Kami tentukan satu rute Jakarta – Semarang dengan asumsi merupakan jarak terjauh yang biasa dijangkau pemudik menggunakan sepeda motor. Dari Semarang mereka bisa melanjutkan berkendara ke Ngawi, Nganjuk, Boyolali dan daerah lain,” katanya.

Selain itu, Tonny menambahkan, pemerintah juga menyediakan bus ke berbagai tujuan di Pelabuhan Semarang. “Sehingga pemudik bisa memarkir sepeda motornya di Pelabuhan Semarang dan melanjutkan perjalanan naik bus ke masing-masing tujuan yang telah kami sediakan,” ucapnya.

Namun pendeknya persiapan program mudik gratis ini juga berpengaruh pada sosialisasi yang sampai pada masyarakat.

“Dalam waktu persiapan yang sangat pendek itu kami sudah gencar menyosialisasikannya, baik melalui media sosial, media massa, maupun memanfaatkan para artis,” katanya.

Akibatnya dari kapasitas KM Dobonsolo yang mampu mengangkut 1.250 sepeda motor, serta KM Atosim yang berkapasitas 500 sepeda motor, seringkali terisi tak lebih dari 100 sepeda motor. “Malah beberapa trip pada masing-masing kapal ini pernah hanya terisi 20 unit sepeda motor,” ujarnya.

Pada program mudik gratis serupa tahun depan, Tonny berjanji akan mempersiapkannya lebih matang dengan waktu sosialisasi yang lebih panjang. “Agar seluruh kuota kapal yang kami sediakan terpenuhi,” ucapnya. (Lang)