Menperin Apresiasi Ekspansi Unilver

0
11
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Achmad Sigit Dwiwahjono bersama CEO Unilever Global Paul Polman serta Presiden Komisaris PT Unilever Indonesia Tbk. Maurits Lalisang meninjau ruang Nursery di Kantor Pusat Unilever Indonesia di Green Office Park BSD City, Tangerang, Banten, 21 Juni 2017. (Kemenperin,co.id)

TANGERANG, Inspirasibangsa (22/6) — Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meresmikan Grha Unilever sebagai kantor pusat baru PT Unilever Indonesia Tbk di Green Office Park BSD City, Tangerang, Banten. Gedung baru yang berdiri di atas lahan 30.000 m2 dengan luas bangunan mencapai 50.000 m2 dan dapat menampung 1.350 karyawan ini, memiliki konsep green building dan sarat akan nilai keberagaman dan keberlanjutan.

Kami memberikan apresiasi terhadap pembangunan kantor baru ini, yang diharapkan merupakan salah satu upaya Unilever Indonesia untuk bersiap menyambut transformasi ke era Industri 4.0 yang telah berjalan saat ini, kata Menperin, Kamis (21/6).

Airlangga menjelaskan, Kementerian Perindustrian tengah mendorong industri consumer goodsmenjadi salah satu sektor prioritas yang berperan besar sebagai penggerak utama perekonomian nasional di masa mendatang. Kami melihat nantinya ada transformasi pada industri grocery store. Tentunya, Unilever sebagai salah satu sektor consumer goods akan merasakan dampaknya karena hubungan yang sangat erat antara industri tersebut, tuturnya.

Menperin juga mengungkapkan, dahulu banyak yang berpikir bahwa keberadaan teknologi menimbulkan pengangguran bertambah karena tergantikan dengan mesin. Namun yang terjadi adalah munculnya pekerjaan-pekerjaan baru yang menunjang teknologi tersebut. Kita lihat bagaimana transformasi ini justru memberikan efek positif bagi perekonomian nasional, tegasnya seperti dalam Siaran Resmi Kementerian Perindustrian RI.

CEO Unilever Global Paul Polmanmenyampaikan, selama lebih dari 83 tahun, Unilever melalui jajaran brand-nya telah melayani masyarakat Indonesia dan berkontribusi terhadap kemajuan sektor bisnis, ekonomi dan sosial di Indonesia.Pembangunan gedung kantor pusat kami yang baru di Indonesia merupakan investasi besar yang menjadi simbol dari komitmen jangka panjang kami terhadap Indonesia sekaligus mencerminkan tekad kami untuk membuat standar-standar baru dalam segala sesuatu yang kami lakukan,paparnya.

Paul menyebutkan, ada beberapa standar baru yang ditetapkan di Graha Unilever. Pertama, menerapkan standar tinggi dalam penggunaan teknologi ramah lingkungan serta penerapan konsep keberlanjutan. Kedua, kantor ini memiliki standar baru dalam hal penyediaan fasilitas yang bertujuan mengoptimalkan dan mendukung kesehatan dan kesejahteraan karyawan. Standar baru yang ketiga terletak di aspek desain dan tata letak tempat kerja yang bertujuan membuat karyawan selalu dinamis dan bersemangat serta membangun jiwa entrepreneurship dalam diri mereka, sebutnya.

Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk Hemant Bakshi mengatakan, Graha Unilever menyatukan karyawan dari empat lokasi kantor pusat yang sebelumnya terpisah-pisah. Gedung ini dirancang dengan konsep untuk mendukung semangat kebersamaan, kolaborasi, saling melibatkan satu sama lain serta agility atau kelincahan dalam bekerja.

Berkaitan dengan konsep keberlanjutan, Grha Unilever juga menerapkan konsep green building yang telah mendapat sertifikasi Gold+ dari Green Mark Certification U sebagai bangunan dengan desain ramah lingkungan. Dengan konsep ini, kami berusaha memberikan pemahaman kepada karyawan akan pentingnya mengurangi jejak karbon pada lingkungan, dimulai dari diri sendiri, paparnya.

Pengembangan bisnis

Pada kesempatan tersebut, Menperin menyampaikan apresiasi kepada Unilever atas komitmennya untuk terus mengembangkan bisnis di Indonesia. Dharapkan, ke depannya, dapat lebih meningkatkan pembangunan pabrik, penyerapan tenaga kerja, penguasaan teknologi, peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN), serta diharapkan pula menguragi ketergantungan terhadap bahan baku impor.

Kami juga mengapresiasi kehadiran PT Unilever Oleochemical Indonesia yang telah beroperasi komersial sejak tahun 2015 dengan nilai investasi mencapai Rp 2 triliun, ungkapnya.

Menperin menyatakan, industri oleokimia dasar merupakan salah satu sektor hulu yang tengah diprioritaskan pengembangannya karena berperan penting sebagai pemasok bahan baku bagi beberapa industri hilir seperti farmasi, toiletries, kosmetik, hingga deterjen.

Untuk itu, pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan daya saing industri nasional dengan menerbitkan kebijakan strategis yang dapat memperkuat struktur sektornya. Seperti padapembinaan industri kosmetik dan jamu,yang dilakukan secara kerja sama lintas sektoral dan saling terintegrasi. Bahkan, dalam pembinaannya, selain pemenuhan terhadap regulasi dari sisi kesehatan, juga diperlukan fasilitasi atau pembinaan untuk menjamin standar dan kualitas produk, jelas Airlangga.

PT Unilever Indonesia Tbk telah menorehkan sejarah panjang di Indonesia sejak tahun 1933, dan saat ini menjadi salah satu perusahaan fast moving consumer goods terdepan di pasar Indonesia. Dengan 39 brandyang terbagi dalam empat kategori, yaitu Personal Care, Home Care, Food dan Refreshment. Sebanyak 99 persen produknya diproduksi di Indonesia dan memiliki sembilan pabrik yang berada di Cikarang dan Rungkut. Pada tahun 2016, seluruh pabrik Unilever Indonesia telah mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). (Lang)