Mengatur Keuangan Jelang Lebaran

0
32
Ist

JAKARTA, Inspirasibangsa (7/6) — Tak terasa Ramadhan sudah berjalan hampir setengah bulan. Nah, pasti semua masyarakat disibukkan dengan segala keperluan menjelang lebaran. Dari awal Ramadhan, hampir tiap tahun kita disuguhkan dengan kenaikan harga bahan pokok.

Hal ini, tentu saja disebabkan oleh meningkatnya konsumsi bahan makanan yang kita lakukan selama Ramadhan, menjelang dansaat Hari Raya Idul Fitri nanti. Pada saat ini kebutuhan pangan dan pengeluaran lainnya tentu sangat banyak. Apalagi untuk lebaran tahun ini berbarengan dengan kegiatan masuk dan keluar sekolah.

Untuk masyarakat yang bekerja tentu mengandalkan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk keperluan lebaran.

Bagaimana mensiasati agar THR tak habis dan tak membuat keuangan rumah tangga jadi berantakan..?

Pertama: Menyederhanakan Stok Makanan

Pastinya sudah menjadi kebiasan ibu-ibu rumah tangga pada saat Ramadhan tiba menyetok makanan. Pastikan sudah membuat listing (daftar) belanja sehingga membeli apa yang benar-benar dibutuhkan.

Tidak berbelanja secara emosi berdasarkan khayalan atau angan-angan saat berpuasa mau makan ini dan itu sehingga tak terkontrol. Penyederhanaan ini dilakukan sepanjang Ramadhan sehingga tak banyak uang yang habis untuk kegiatan di dapur.

Kedua: Zakat dan Biaya sekolah

Puasa tanpa mengeluarkan zakat tidak sah. Oleh karenanya hal yang terpenting untuk dilakukan dan tak boleh dilupakan adalah mengeluarkan zakat. Dihitung dan dipersiapkan berapa banyak anggota keluarga yang wajib dikeluarkan zakatnya.

Setelah zakat sudah diposkan, hitung biaya sekolah jika ada anggota keluarga yang pada saat ini mulai masuk ke sekolah baru.

Dari biaya SPP, seragam dan buku-buku pelajaran. Persiapan biaya sekolah anak memang semestinya sudah disiapkan jauh hari sebelum Ramadhan tiba sehingga uang THRpun bisa ditekan pengeluarannya.

Ketiga: Kue Lebaran dan Mudik

Dua hal ini yang seakan tidak terpisah dengan datangnya lebaran. Hampir di setiap rumah pasti menghidangkan berbagai macam kue. Dari kue kering, kue basah dan lainnya.

Buatlah kue-kue yang memang disukai keluarga. Alangkah baiknya untuk membuat kue tuidak berlebihan jumlahnya agar tidak terbuang sia-sia.

Untuk keluarga perantau atau memiliki sanak saudara yang jauh memang menjadi tradisi untuk mudik. Rasanya tidak lengkap jika tidak mudik.

Meskipun mudik lebih banyak dilakukan pada saat lebaran, namun untuk biaya yang dibutuhkan selama perjalanan ini sebenarnya sudah dicicil jauh hari sebelum Ramadhan tiba.

Artinya, dalam setahun sudah direncanakan akan bermudik pada saat lebaran sehingga hanya uang tak terduga saja yang dikeluarkan dari THR yang dimiliki.

Lalu, bagaimana jika hanya mengharap dari THR saja biaya mudik?

Jangan dipaksakan, karena pertemuan keluarga bisa dilakukan pada lain waktu.

Jika memang tak mampu mudik, tak perlu dipaksakan. Mudik masih dapat dilakukan dua tahun sekali. Kalau perlu, kita dan saudara patungan untuk mendatangkan orangtua di kota tempat kita tinggal. Jadi, solusi ini biaya membuat kita berhemat namun tetap bisa berkumpul.

Semoga bermanfaat. Lalu, bagaimana dengan rencana keuangan Anda? (Dian)