Mendulang Rezeki Lewat Medsos di Bulan Ramadhan Dan Jelang Lebaran

0
17

 

Ilustrasi. (Ist)

JAKARTA, Inspirasibangsa (8/6) –Ramadhan memang bulan penuh berkah bukan saja bagi umat Islam untuk menjalani ibadah puasa, momen ini tentu dimanfaatkan oleh para pengusaha meraup keuntungan baik pada saat Ramadhan dan menjelang lebaran.

Di media sosial baik facebook, twitter dan instagram berseliweran akun-akun kenalan atau yang bersponsor yang menjajakan dagangan mereka dari yang menawarkan kue-kue lebaran buatan mereka sendiri atau dropship. Ada juga penyedia jasa katering yang sanggup melayani masakan-masakan lebaran. Biasanya memang kue kering menjadi makanan favorit dan banyak dicari para konsumen

Hadirnya para pengusaha makanan dan kue lebaran dadakan ini karena permintaan konsumen akan kue kering mampu meningkat tajam, dibanding pada harihari biasa. Tingginya permintaan pasar akan kue kering biasanya dijadikan sebagai peluang untuk meraih untung dari usaha musiman tersebut.

Seperti yang diungkapkan Ibu Lita, salah seorang penjual kue di Depok mengungkapkan bahwa pesanan kue kering dari awal Ramadhan sudah mencapai 150 paket yang terdiri dari 4 macam kue diantaranya kue nastar, kastengel, putri salju dan coklat. 1 paket kue dijual sekitar Rp. 350.000. jumlah ini akan bertambah seminggu menjelang lebaran. Keuntungan yang diperoleh dari pesanan kue ini hampir 100 %. Saya harus nambah 4 orang pekerjadari biasanya untuk menyelesaikan banyaknya orderan ini, alhamdulillah, ungkap Ibu Lita sumringah.

Begitu pula dengan Umi Haji Yuyun, salah seorang pembuat dan penjual dodol betawi di Pasar Minggu. Momen Ramadhan dan lebaran ia harus menambah SDM untuk mengolah adonan dodol ini. Pengolahan adonan dodol yang memerlukan waktu sekitar 8 jam untuk mendapatkan kualitas yang sempurna. Dalam 1 kuali olahan dodol menghasilkan sekitar 10-15 besek dodol betawi. Saya pasti perlu tenaga bantu dong, ini kan banyak banget buatnya,” ungkap Emak Haji, begitu panggilan akrabnya dari para pelanggan.

Kalau hari biasa ia hanya meberdayakan sekitar 4 orang pekerja, sedangkan untuk pesanan lebaran, ia mempekerjakan sekitar 10 orang pekerja. Untuk Pesanan dodol betawi yang ia jual sampai ke beberapa daerah di Indonesia bahkan hingga ke luar negeri, diantaranya Malaysia dan Singapura. Dalam satu hari Umi H. Yuyun bisa menghasilkan 1000 besek dodol dengan berbagai varian rasa. Dari rasa original ketan hitam dan putih, tersedia juga rasa durian. Keuntungan yang diraih tentu sampai berlipat ganda dari hari biasa.

Dengan hadirnya pengusaha kue reguler dan juga musiman tentu memanjakan konsumen yang tak mau direpotkan dengan membuat kue sendiri. Selain harga yang masih relatif wajar, kualitas tentu menjadi perhatian. Bagi pengusaha kue yang memang mengutamakan kualitas, tak perlu mempromosikan dagangan mereka, karena konsumen sendiri yang akan menjadi endorse dagangan mereka.

“Apalagi sekarang udah bisa jualan di internet. Anak saya aja yang suka foto-fotoin dodol dan kue khas betawi lainnya, katanya ntar mau diposting di facebooknya,” tukas Emak Haji lagi sambil mengelap keringat di wajahnya.

Nah, bagaimana dengan Anda, mau ikutan menjadi pengusaha kue dadakan atau membuat kue lebaran sendiri? (Dian)