Mendag Berusaha Potong Mata Rantai Distribusi Pasar Tradisional

0
31
Ist

JAKARTA, Inspirasibangsa (14/6) — Pasar tradisional yang selama ini seolah termarjinalkan, akhirnya mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Di mana, pemerintah menginginkan agar pasar tradisional mendapatkan pasokan yang sama, seperti pasar ritel modern.

Untuk merealisasikan hal tersebut, maka Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menggelar rapat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama perwakilan dari Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti, Perwakilan dari Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), dan perwakilan dari Asosiasi Distributor Daging Indonesia. Hal tersebut, seperti dilansir dari republika.co.id.

Mendag menerangkan bahwa penandatanganan MoU ini sebagai respon pemerintah kepada pasar tradisional, agar mendapatkan akses yang sama seperti pasar ritel modern.

“Para pedagang tradisional ini harus bisa mendapatkan akses pada sumber yang sama yang tidak kalah dari dengan pasar ritel modern,” ungkap Enggar melalui keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (13/6), seperti dilansir dari republika.co.id.

Mendag menambahkan, bahwa pemerintah berharap dengan adanya akses yang semakin terbuka ini, pedagang tradisional agar semakin meningkat lagi.

“Diharapkan pasar tradisional ini jadi bisa lebih meningkat (terutama) volumenya,” ungkap Enggar.

Menanggapi hal tersebut Kepala Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Abdullah Mansuri, apa yang dilakukan oleh mendag ini, salah satunya untuk memutus rantai distribusi yang cukup panjang pada pasar tradisional.

“Ini agar para pedagang bisa mengakses langsung (sumber). Tujuannya yang pertama adalah agar pedagang bisa mendapat untung lebih besar, yang kedua adalah memotong rantai distribusi,” kata Abdullah. (Ham)