LPS Telah Tangani Klaim Sebanyak 79 Bank

0
15
Ist

JAKARTA, Inspirasibangsa (9/6) — Sebanyak 79 Bank yang telah ditangani oleh Lembaga Penjamin Simpangan (LPS), semenjak berdiri dari tahun 2005 hingga akhir Mei 2017 ini. Klaim tersebut, disebabkan adanya pencabutan izin usaha.

“Sebanyak 76 di antaranya telah menyelesaikan proses rekonsiliasi serta verifikasi. “Dari 79 bank tersebut, jumlah klaim layak bayar mencapai Rp 1,2 triliun,” kata Ferdinan kepada wartawan di Jakarta, Kamis, (8/6), seperti dilansir dari republika.co.id.

Tiga bank terakhir yang yang ditangani klaimnya oleh LPS, yaitu Bank Perkreditan Rakyat (BPR), yang berada di Deli Serdang, Jakarta, dan Sidoarjo, dengan total simpanan sebesar Rp 24 miliar.

Ferdinan menjelaskan, hingga Mei 2017, jumlah simpanan yang tidak layak bayar sebesar Rp 314 miliar. Sedangkan penyebabnya, sebanyak 74 persen karena bunga simpanannya di atas LPS Rate.

Adapun sebanyak 14 persen, disebabkan tidak ada aliran dana masuk. “Sisanya 12 persen menjadi penyebab bank tidak sehat,” tuturnya.

Menurut Ferdinan, LPS terus lakukan langkah sosialiasi, serta edukasi kepada masyarakat sebagai nasabah perbankan untuk meminimalkan simpanan tidak layak. Karena simpanan yang tidak layak, akan membuat masyarakat nasabah sendiri yang dirugikan.

Ferdinan menambahkan, nasabah harus memperhatikan ketentuan layak bayar atau dikenal dengan 3T. Pertama Tercatat pada pembukuan bank. Kedua Tingkat bunga tidak melebihi bunga penjaminan. Dan Ketiga Tidak ikut menyebabkan bank tidak sehat.

Pada kesempatan tersebut, ia pun mengungkapkan, LPS telah menerbitkan tiga Peraturan LPS (PLPS) pada tahun ini. “Hal itu sebagai tindak lanjut berlakunya UU PPKSK,” ungkap Ferdinan.

Ketiga PLPS yaitu, PLPS Nomor 1 Tahun 2017 tentang Penanganan Bank Sistemik yang Mengalami Permasalahan Solvabilitas. PLPS Nomor 2 Tahun 2017 tentang Penyelesaian Bank Selain Bank Sistemik yang Mengalami Permasalahan Solvabilitas. Serta PLPS Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pengelolaan, Penatausahaan, Pencatatan Aset dan Kewajiban dari Penyelenggara Program Restrukturisasi Perbankan.

Diharapkan, adanya tiga PLPS tersebut, akan membuat bisnis perbankan di Indonesia makin sehat. Sehingga, antara perbankan dan masyarakat nasabah, akan sama-sama diuntungkan. (Ham)