Lansia Jogging, Mengapa Tidak?

0
35
Olahraga Teratur Turunkan Risiko Kematian Lansia. (Ist)

JAKARTA, Inspirasibangsa (6/5) — Jogging, kini sudah bukan hanya menjadi milik anak muda saja. Lansia pun kini banyak yang melirik Jogging sebagai bagian dari aktifitas olahraganya. Di sejumlah negara, bahkan jumlah lansia yang berjogging hampir setara dengan anak mudanya.

Namun demikian, style joggingnya kaum lansia tentu saja tak sama dengan apa yang dilakukan oleh anak muda. Terutama dalam hal yang berkaitan dengan speed. Kaum lansia tidak mengandalkan kecepatan — bahkan dilarang mengandalkan kecepatannya saat berjogging.

Selain itu, jika kekuatan jogging generasi muda terletak pada kebugaran dan daya tahan fisiknya, buat lansia, kuncinya ada pada ketekunan dan kesabarannya dalam melatih dan mendeteksi potensi dirinya. Mirip seperti orang bermain golf.

Maka jika anak muda bisa jogging kapan saja dan ke mana saja, kaum lansia, harus jogging dengan bertahap dan waktu yang terukur. Lansia berbahaya jika ia memulai jogging dengan target yang fantastic, misalnya 30 menit. Tapi itu bukan berarti lansia tak mampu jogging 30 menit, satu jam pun dengan strategi yang benar seorang lansia sanggup.

Kuncinya lansia tidak boleh berjogging menurut kemauan, tapi sudah sangat harus mengandalkan kehandalan diri dalam mendeteksi kemampuan. Karenannya, kesabaran dan uji emosi menjadi hal yang penting untuk menjadi jogging mereka yang tergolong lansia.

Lalu bagaimana strategi jogging yang aman buat lansia? Mulailah dengan kesabaran. Awali niat jogging Anda dengan berjalan kaki. Jalan santai saja 30 menit terlebih dulu, lakukan seminggu 2 kali. Jika dirasa tak memberi efek kelelahan, lakukan 4 kali dalam seminggu.

Jika masih asyik, tak mengapa jika dilanjut menjadi jalan santai setiap hari 30 menit. Lakukan ini selama dua bulan. Jika dalam dua bulan dirasa nyaman. Mari tingkatkan waktu jalan santainya hingga 45 menit.

Lakukan jalan santai ini mulai dari 3 kali dalam seminggu, lalu secara bertahap tingkatkan. Dan jika kebugaran terasa tetap terjaga, tak mengapa ditingkatkan hingga tiap hari.

Jika dalam dua bulan terbiasa, strateginya ditingkatkan. Tetap dengan 45 menit perhari, namun di tengah jalan santai, antara menit ke 15 sampai dengan menit ke 30, speed jalan santainya ditambah. Tetap mengandalkan kenyamanan, namun penting mencoba meningkatkan kecepatan secara rileks.

Jangan memaksa, namun coba lakukan ini 5 kali dalam seminggu, selama 2 bulan. Berikutnya, jika dirasa nyaman, jalan cepatnya bisa ditingkatkan lagi, menjadi 30 menit. Dua bulan berikutnya, coba 45 menit jalan cepat, dengan catatan 7 menit pertama menjadi jalan santai, sebagai bentuk pemanasan, dan tujuh menit menjelang ahkir tambahkan jalan ringan sebagai bagian dari proses pendinginan.

Tanpa terasa proses jalan sudah berlangsung satu jam. 45 menit di antaranya sudah berlangsung dengan kecepatan yang lumayan sesuai kemampuan masing-masing.

Jika ini sudah berlangsung dengan nyaman dalam dua bulan, dan bisa dilakukan rutin antara 4 5 kali seminggu. Maka pintu jogging yang mulus mulai terbuka.

Sebab setelah itu, dengan pola bertahap seperti di atas para lansia, bisa mulai mencoba jogging. Sisipkanlah jogging ringan 10 menit di tengah jalan cepatnya. Jika di rasa nyaman dan tidak memberi efek lelah. Berikutnya, tinggal di atur pentahapannya.

Dan bisa dipastikan dengan model seperti ini, lansia pun, bisa jogging dengan rileks dan santai selama satu jam, 3 4 kali dalam seminggu. Selamat mencoba. (HG)