Koridor 13 Rute Cileduk-Tendean Harus Ada Kesepakatan Dulu Sebelum Dibuka

0
19
Warga Ciledug Bisa Naik Busway Layang ke Tendean, Jakarta Selatan. Rencana Agustus 2017. (Ist)

JAKARTA, Inspirasibangsa (10/7) — Jalur khusus Transjakarta Koridor 13 rute Cileduk-Tendean yang akan melewati jalan layang non tol khusus sudah mulai diujicoba saat ini, namun sebelum dioperasikan secara resmi harus memenuhi beberapa persyaratan yang telah disepakati dalam rapat koordinasi yang diadakan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek.

Plt. Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan, kesepakatan itu antara lain perlu adanya uji coba bus transjakarta pada malam hari tanpa penumpang sebelum koridor 13 dioperasikan pada 17 Agustus 2017 nanti.

Hasil uji coba itu, ungkapnya, harus dilaporkan ke BPTJ – termasuk juga penyiapan seluruh fasilitas pendukung uji coba sistem satu arah (SSA) di Jalan Hos Cokroaminoto dan kawasan perumahan Puri Beta, Cileduk.

“Sebelum pengoperasian elevated busway koridor 13 Transjakarta, ada 6 hal yang disepakati,” ujar Bambang dalam siaran pers pada Minggu (9/7/2017).

Selain itu, dia menambahkan, juga telah disepakati harus ada Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang dikeluarkan oleh Kementerian PUPR sebelum koridor 13 tersebut dioperasikan.

Sertifikat tersebut, ungkapnya seperti dilansir Bisnis.com, sangat penting karena menyangkut kelaikan dan keselamatan.Kemudian, dia menjelaskan penerangan juga harus diperhatikan.

Bambang mengungkapkan, jalan layang koridor 13 transjakarta setidaknya memerlukan 50 buah lampu penerangan.

Akibat belum siapnya jalan layang koridor 13 transjakarta tersebut, ungkapnya pihak – pihak terkait juga sepakat bahwa pengoperasiannya baru akan diresmikan pada 17 Agustus 2017 mendatang atau molor dari rencana semula pada 22 Juni 2017.

“Kalau koridor 13 resmi dibuka untuk masyarakat pengguna Busway, saya dari Cileduk ke Tendean mungkin cukup 45 menit saja, semoga itu benar adanya. Kalau macet nanti di atas, saya pun belum tahu. Tinggal disiplin para supir Tranjakarta. Kita lihat saja nanti, Mas,” ungkap Syahrudin warga Cileduk, karyawan di kawasan MT. Haryono.

Ia mengaku selama ini naik angkutan metromini dari Cileduk ke Blok M bisa habis waktu 2 jam, ke kantor dari Blok M makan waktu 1,5-2 jam. “Jadi saya bisa sampai kantor dari rumah setiap pagi 3-4 jam. Padahal saya jam 5 pagi sudah jalan, sampai kantor bisa 8.30 bahkan 9.00 WIB, belum pulangnya, macetnya minta ampun. Saya tua di jalan, Mas! Semoga dengan koridor 13 ini berfungsi, saya bisa lebih cepat sampai kantor maupun rumah,” harap Udin kepada Inspirasibangsa lewat laman media sosialnya. (Lang)