Korban Banjir Bandang Garut Terima Bantuan Rumah Tapak Dari PKPU Melalui Bupati

0
28
Bupati (kiri) menyerahkan kunci rumah kepada salah satu warga yang terkena banjir Bandang Garut. Rumah tapak ini bantuan dari PKPU HI. (dudy)
GARUT, Inspirasibangsa (1/6) –Rumah tapak diresmikan Bupati Garut Rudy Gunawan, Rabu (31/5).
10 rumah tapak bagi para korban banjir bandang Garut beberapa waktu laludansatu unit Mesjid. Peresmian tersebut dilakukan di Blok Kopi Lombong, Desa Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Bantuan tersebut disalurkan oleh PKPU Human Initiative.
Selain dihadiri Bupati Garut, Rudy Gunawan, hadir Presiden PKPU HI, Agung Notowiguno dan unsur Muspida Kabupaten Garut.
Rudy mengatakan, bantuan PKPU sebanyak 10 unit rumah dan 1 unit Mesjid, nantinya akan dihuni oleh para korban banjir bandang Garut, yang dulunya menempati rumah di Lapangan Paris.
“Ya, untuk 10 unit rumah ini datanya sudah ada, serta korban yang berasal dari Lapangan Paris,” katanyaa.
Akibat banjir bandang, ujar Bupati yang terjadi pada 21 September 2016 lalu, sedikitnya 2.529 unit rumah mengalami kerusakan dan 830 unit rumah mengalami rusak berat.
Selain bantuan dari PKPU, Pemerintah Kabupaten Garut juga menerima pembangunan 10 unit rumah dari Pikiran Rakyat dan 100 unit rumah dari Qatar Charity serta dari dana APBN senilai Rp. 140 Miliar.
“Sementara yang diresmikan baru 10 unit rumah yang bantuannya berasal dari PKPU,” tandasnya.
PKPU dan Pikiran Rakyat, merupakan salah satu lembaga yang pertama kali merespon keinginan Pemkab Garut, untuk membangun kembali rumah bagi para korban banjir bandang Garut.
Pihaknya meyakini pada Januari 2018 para korban banjir bandang yang saat ini masih tinggal di Huntara (hunian sementara, red), sudah bisa menempati rumah tapak bantuan dari berbagai lembaga termasuk yang dari APBN.
“Yang saat ini diresmikan, Pemkab Garut akan melakukan pengaspalan jalan, serta memasang fasilitas lainnya termasuk pemasangan instalasi listrik,” ujarnya
Kedepan 10 unit rumah tapak yang diberikan PKPU, akan langsung dibuatkan sertifikat hak milik masing-masing korban. Namun untuk sementara mereka harus bisa menempati terlebih dahulu.
“Kita tengah mengurus aturannya untuk membuatkan sertifikat hak milik,” ucapnya.
Ditempat yang sama Presiden PKPU HI, Agung Notowiguno mengatakan, pembangunan rumah tapak sebanyak 10 unit, merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap para korban banjir bandang Garut.
Setelah tertimpa bencana, mereka sudah tidak lagi memiliki tempat tinggal.
“Ya, untuk sementara kami hanya bisa memberikan bantuan sebanyak 10 unit rumah tapak. Namun jika masih ada kekurangan, pihaknya juga akan mengusahakan untuk menambah kembali. Ya, kita lihat saja nanti berapa banyak penambahannya,” paparnya.
Agung menambahkan setelah diresmikan 10 unit rumah tapak, pihaknya langsung menyerahkan pada Pemerintah Kabupaten Garut, untuk memberikan kembali pada para korban banjir bandang.
“Usai diresmikan, kami menyerahkan pada Pemkab Garut, untuk melakukan pendataan siapa saja yang berhak menerima,” tandas Agung. (Dudy)