Kopi Indonesia Tiada Banding, Tapi Minim Pasokan

0
75

Ghandi, ekportir kopi.
Ghandi, ekportir kopi.
JAKARTA, Inspirasibangsa (7/8) — Kualitas kopi Indonesia tidak ada saingannya. Namun sayang, kuantitas jauh dibandingkan Brazil dan Vietnam. Hal tersebut dikatakan Hutama Sugandhi, pengusaha kopi dengan merek Aneka Kopi.

“Kalau kualitas saya kira tidak ada saingannya. Sekarang tinggal dari aspek kuantitas saja yang ketinggalan jauh dengan Brazil dan Vietnam,” ungkap Gandhi, sapaan akrabnya, kepada inspirasibangsa.com Rabu kemarin di Bumi Serpong Damai Tangerang Selatan. Oleh sebab itu Gandhi berharap pemerintah dapat dapat mendorong para petani kopi untuk dapat meningkatkan produktifitas tanaman ini.

Gandhi kemudian mencontohkan pemerintah Vietnam memberikan pinjaman kepada petani untuk merehabilitasi tumbuhan kopi yang telah tua agar dapat meningkatkan produksi tanaman kopi. Sedangkan pemerintah Brasil merekayasa genetis tanaman kopi untuk meningkatkan produksinya. “Semua itu dilakukan agar dapat memenuhi besarnya permintaan kopi,” terang pria kelahiran Surabaya Jawa Timur ini.

Menurut pengamatan mantan dokter di Angkatan Laut ini, anjloknya produktifitas tanaman kopi tidak lepas dari tidak adanya lagi tenaga penyuluh lapangan untuk tanaman kopi. “Pada masa Soeharto ada penyuluh lapangan. Dan ini bagus. Dan kabarnya sekarang akan diadakan lagi,” terang eksportir kopi ke beberapa negara ini.

Lebih jauh Gandhi menjelaskan bahwa masalah penyuluh lapangan erat kaitannya dengan policy anggaran. “Tenaga atau penyuluh lapangan ini dulu (jaman Pak Harto) dibiayai oleh pemerintah pusat, dan sekarang dikembalikan ke daerah. Sedangkan pemerintah daerah enggak mau bayar, akhirnya hilang,” tandas Gandhi jengkel.

Gandhi menyebut masalah tersebut tidak dapat lepas dari kebijakan Otonomi Daerah (Otda). “Ya. Semua ini akibat otonomi daerah. Tidak sedikit perkebunan kopi yang dialihfungsikan menjadi tanaman lain selain kopi. Karena itu otonomi daerah harus ditata kembali,”harap Gandi, sembari menyebutkan tidak sedikit Peraturan Daerah yang tidak menunjang tumbuh dan berkembangnya tanaman kopi. (Amin)