Kepolisian Indonesia Memperkuat Tim Cyber

0
21
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLK INDONESIA, MARKAS BESAR TRUNOJOYO, . KEBAYORAN BARU, JAKARTA SELATAN. (Ist)

REMBANG, Inspirasibangsa (7/6) – Semakin bablasnya peran media sosial di tengah masyarakatsaatini mengakibatkan masyarakatsemakin bebas dan menciptakan suasana tidak kondusif dari sisi keamanan serta bisa memicu konflik horisontal, karena itu kepolisian Indonesia memperkuat kekuatan tim siber untuk mengantisipasi penggunaan media sosial yang cenderung kebablasan itu.

“Upaya memperkuat tim siber, mulai dari Bareskrim saat ini ada direktur siber yang sebelumnya dijabat jajarannya yang berpangkat komisaris besar polisi, kini brigadir jenderal Polisi,” ujar Kepala Kepolisian Indonesia RI, Jendral Tito Karnavian, di Rembang, Jawa Tengah, Selasa (6/6).

Selain itu, lanjut dia, di bagian humas juga terdapat kepala biro multi media, yang sebelumnya tidak ada guna menjalankan patroli dunia maya.

Kemudian, lanjut dia, di intelijen juga ada kepala biro kamsus yang menangani masalah teknologi informasi.

“Kepolisian Indonesia juga memperkuat kemampuan SDM di bidang teknologi informasi,” ujarnya seperti disitir AntaraNews.com.

Hal terpenting menekan kemungkinan pemanfaatan media sosial berlebihan, polisi berupaya mencegah.

Menurut Tito, fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang hukum dan pedoman bermuamalah melalui media sosial itu contoh bagus dalam rangka pencegahan.

“Pemerintah memang perlu mengeluarkan aturan, mana konten yang boleh dan tidak boleh,” ujarnya.

“Masyarakat juga perlu diberikan pembelajaran, supaya masyarakat jangan semaunya menghujat menggunakan kemajuan teknologi sekarang,” katanya.

Keberanian pihak kepolisian memperkuat jajarannya di bidang cyber itu, ditanggapi positif oleh Lambok Gultom, salah seorang pengacara muda yang pernah menjadi bagian tim survey internal untuk reformasi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia kepada Inspirasibangsa.

“Sudah seharusnya Mabes Polri berbenah diri saat ini untuk mengantisipasi perkembangan yang ada di tengah masyarakat. Apalagi dunia maya saat ini yang sudah semakin bebas meluncur kemana-mana dimanfaatkan untuk menggiring, menghasut, bahkan provokatif antar kelompok. Ini bahaya kalau dibiarkan terus. Bisa-bisa negeri ini berantakan, luluh lantah,” tandas Lambok. (Lang)