Jepang Siap Investasi di Proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Surabaya

0
16
Ilustrasi (Ist)

JAKARTA, Inspirasibangsa (7/6)–Pembangunan kereta api semi cepat Jakarta-Surabaya segera dibuka, Jepang sudah menyatakan kesiapannya untuk memulai proyek pembangunan kereta api Jakarta-Surabaya itu. Namun, pemerintah tetap membuka kesempatan bagi investor negara lain turut serta.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah akan menggelar tender berbentuk beauty contest pada proyek pembangunan kereta api semi cepat Jakarta-Surabaya.

Kereta api tersebut akan menempuh jarak sekitar 720 kilometer (km) dengan rata-rata kecepatan 160 km per jam dan waktu tempuh paling cepat lima jam.

Jepang sudah menyatakan kesiapannya untuk memulai proyek tersebut kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Senin (5/6/2017). Meski sudah ada pernyataan kesiapan tersebut, Budi mengatakan pemerintah masih membuka ruang bagi investor negara lain, termasuk China yang sebelumnya dikabarkan tertarik, untuk turut serta dalam tender proyek kereta api Jakarta-Surabaya. Tender kemungkinan digelar tahun ini.

“Sebenarnya, sekarang terbuka ke semuanya,” ucap Menhub di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (6/6/2017) seperti dikutip AntaraNews.com.

Namun, hingga saat ini terlihat niat besar dari Jepang untuk terlibat dalam proyek tersebut. Menurut Budi, dirinya sudah bertemu dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia beberapa hari lalu membicarakan rencana keikutsertaan Jepang dalam proyek kereta api Jakarta—Surabaya.

Untuk menjadi investor dalam proyek itu, Jepang dan calon investor lain harus memenuhi empat syarat. “Kecepatan, elektrifikasi, lintasan sebidang, dan business-to-business,” ucap Budi.

Kereta api yang dibangun nanti harus mampu berlari dengan kecepatan 150 km/jam hingga 160 km/jam. Untuk dapat berlari secepat itu, dibutuhkan elektifikasi yang mumpuni dan penghapusan 900 sampai 1.000 lintasan sebidang.

Syarat lain yakni skema kerja sama proyek tersebut yakni business-to-business (B2B). “Kita ingin sekali kereta api Jakarta-Surabaya tidak membebani APBN, inginnya B2B,” ucap Budi.

Dia menjelaskan saat ini Kementerian Perhubungan dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tengah menggarap detail engineering design (DED) proyek kereta api Jakarta-Surabaya. (Lang)