Jangan Sepelekan Sampah!

0
26
Sampah yang mencemari laut. (Ist)

JAKARTA, Inspirasibangsa (7/5) — Semua pasti ada sampahnya. Persoalannya tinggal bagaimana kita mengelola sampah itu agar ia tidak menjadi ancaman serius bagi kenyamanan hidup.

Dalam perspektif ini kita bisa mengerti bagaimana substansialnya ajakan Menko Maritim Luhut Pandjaitan saat meminta partisipasi segenap masyarakat untuk peduli dalam penanganan pengelolaan sampah, dan berharap keterlibatan ini akan menjadi budaya yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Jangan ada lagi yang membuang sampah sembarangan, khususnya sampah plastik. Kita harus perangi sampah ini bersama-sama. Ini adalah musuh bersama, ujar Menko Luhut saat membuka acara Gerakan Aksi Bersih Dalam Rangka Memperingati Hari Bumi, Sabtu (6/5) di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Cilincing, Jakarta Utara.

Keprihatinan Menko Luhut mengenai sampah bisa dimengerti, mengingat mata dunia juga memandang masalah sampah di Indonesia sudah demikian serius.

Riset dari beberapa pihak, sudah menyebutkan menyebutkan Indonesia berada di posisi kedua penyumbang sampah plastik ke laut setelah Tiongkok, disusul Filipina, Vietnam, dan Sri Lanka.

Dari Riset Greeneration, organisasi nonpemerintah yang 10 tahun mengikuti isu sampah, diperoleh pandangan bahwa satu orang di Indonesia, rata-rata menghasilkan 700 kantong plastik per tahun. Padahal di alam, kantong plastik yang tak terurai menjadi ancaman kehidupan dan ekosistem (Kompas, 23 Januari 2016).

Ancaman yang lahir dari sampah sesungguhnya sudah lama melanda Negara ini. Tak kurang dari Direktur Eksekutif Dana Mitra Lingkungan Sri Bebasari, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Pansus RUU Pengelolaan Sampah, di gedung DPR, 10 tahun yang silam, mengatakan bahwa Tingkat pencemaran lingkungan akibat pengelolaan sampah di Indonesia, ibarat kanker sudah memasuki stadium IV.

Soal sampah sesungguhnya merupakan soal kepedulian dan hati nurani saja. Peduli atau tidak. Jawabnya pun terpulang pada diri kita masing-masing. (HG)