Jangan Anggap Remeh Kanker Serviks

0
29
Pesan Jupe Agar Remaja Putri dan Para Wanita Agar Tak Harus Kena Kanker Serviks. (Ist)

JAKARTA, Inspirasibangsa (11/6) — Innalillahi wa inailahi roji’un… ArtisJulia Perez alias Jupe mengembuskan nafas terakhir setelah menjalani perawatan intensif selama lima bulan pada Sabtu (10/6) siang.

Dikabarkan meninggalnya Jupe akibat terserang kanker serviks atau leher rahim stadium empat.

Peristiwa ini menjadikan momentum untuk mengingatkan masyarakat soal kanker serviks atau leher rahim yang masih menjadi momok bagi perempuan.

Ahli kesehatan Prof. dr. Andrijono SpOG (K), mengatakan jenis kanker ini menjadi pembunuh utama para perempuan di seluruh dunia terutama di negara miskin dan berkembang.

“Di Indonesia, kanker serviks telah menjadi salah satu kanker penyebab kematian paling banyak ke-3,” ujar salah satu inisiator program Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS) itu dalam keterangan tertulisnya, Sabtu malam seperti dilansir AntaraNews.com.

Kanker Serviks

Sekedar informasi, kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim sendiri berfungsi sebagaipintu masuk menuju rahim dari vagina. Semua wanita dari berbagai usia berisiko menderita kanker serviks. Tapi, penyakit ini cenderung memengaruhi wanita yang aktif secara seksual.

Pada tahap awal, kanker serviks biasanya tidak memiliki gejala.Gejala kanker serviksyang paling umum adalah pendarahan pada vagina yang terjadi setelah berhubungan seks, di luar masamenstruasi,atau setelah menopause. Meskiterjadi pendarahan, belum berarti Anda menderita kanker serviks.

Pada tahun 2014, WHO menyatakan terdapat lebih dari 92 ribu kasus kematian pada penduduk wanita akibat penyakit kanker. Sebesar 10,3 persennya merupakan jumlah kematian akibat kanker serviks. Sedangkan jumlah kasus baru kanker serviks berjumlah hampir 21 ribu.

Sejak tahun 2000 hingga tahun 2012, semakin muda usia wanita yang terserang kanker serviks, yaitu kisaran usia 21-22 tahun di tahun 2000 dan mencapai usia di bawah 20 tahun pada tahun 2012. Penelitian WHO menyingkapkan kurangnya tindakan skrining penyakit kanker di Indonesia. Khususnya untuk skrining kanker serviks yaitu sitologi.

Untuk memastikan penyebab kondisi Anda, segera tanyakan kepada dokter. Jika dicurigai terdapat kanker serviks, rujukan menemui dokter spesialisyangdiberikan. (Lang)