Infrastruktur Jalan di Perbatasan Kalimantan Sudah Tembus 70-80%

0
13
Serius. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan Rp 1,1 triliun untuk merombak 34 Km jalan di perbatasan Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat (Indonesia) dengan Serawak (Malaysia). (Ist)
SAMBAS, Inspirasibangsa (28/4) — Dulu wilayah perbatasan Indonesia selalu menjadi momok dan pemandangan yang tak dihiraukan bahkan tak diperhatikan. Kini, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan, proyek jalan perbatasan Kalimantan sepanjang 1.950 kilometer (km) sudah tembus 70-80 persen. Artinya, di perbatasan sudah mulai tumbuh kehidupan yang bisa dibilang layak.

“Dari total jalan paralel perbatasan se- Kalimantan sudah 1.400 km tembus secara fungsional atau sekitar 70-80 persen. Jadi, kami optimis 2019 tembus,” kata Direktur Pembangunan Jalan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, A. Ghani Gazali kepada pers di sela Kunjungan ke Proyek Paralel Perbatasan Kalimantan Barat, Kamis, (27/4) seperti dikutip AntaraNews.com.

Proyek jalan paralel perbatasan membentang dari bagian timur Kalimantan di Nunukan hingga Temajuk di bagian barat pulau itu.

Menurut Gani, untuk di Kalimantan Barat saja dari 849,76 km, sudah tembus dan ditangani sekitar 690 km atau hampir sekitar 80 persen.

Sedangkan di Kalimantan Timur hampir 300 km juga sudah tembus, sedangkan di Kalimantan Utara (Kaltara) baru sebagian dari hampir 400 km. “Kaltara medannya memang agak sulit,” ungkapnya.

Jalan paralel perbatasan dibangun oleh pemerintah berjarak lima hingga 10 km dari batas patok negara Indonesia – Malaysia.

Jalan akses menuju perbatasan secara berkelanjutan juga dibangun oleh pemerintah secara memadai agar pertumbuhan kawasan di Indonesia lebih baik dibanding negara tetangga.

“Contohnya akses ke Pontianak akan dibuat bagus agar kemajuan pembangunan berorientasi ke Indonesia bukan ke Kuching-Malaysia karena jarak ke Jiran hanya 100 km, sedangkan ke Pontianak 250 km,” tutur Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Heriyanto W. awal tahun lalu.

Pada kesempatan yang sama Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XI Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, Sugiyartanto menggarisbawahi bahwa tembus itu nisbi.

“Nisbi karena kondisinya tak semuanya beraspal. Ada yang masih tanah perkerasan, ada yang campuran kerikil dan tanah (agregat). Artinya sudah bisa dilalui,” ujar Sugiyartanto.

Dia juga menyebut, pekerjaan tersebut melibatkan para pihak, baik penyedia jasa maupun sebagian oleh Zeni TNI AD dengan pembiayaan per tahun dan tahun jamak.

“Proyek dimulai dari 2012 dan khusus tahun ini untuk Kalbar menargetkan 743 km tembus sampai akhir 2017 dengan pagu anggaran total pekerjaan di Kalbar Rp1,8 triliun,” imbuhnya.

Ia menambahkan, hingga akhir 2017, kondisinya dari 849,76 km itu diprediksi masih berupa permukaan tanah 34 persen, hutan 13 persen, agregat 15 persen dan 38 persen aspal. (Lang)