Heliosentrisme, Bumi Bulat (bukan datar) dan Puasa

0
69
Ilustrasi. Masih Saja Ada Yang Tanya Bumi Bulat Atau Datar. (Ist)

BOGOR, Inspirasibangsa (27/5) — Para penganut heliosentrisme, bumi itu mengitari matahari dan yang percaya bahwa bumi itu bulat bentuknya, akan menyadari betapa puasa tahun ini berat.

Pada setiap bulan Mei-Juni setiap tahun, bumi bergerak sedemikian rupa sehingga sinar matahari berlimpah berada di Utara hemisphere. Panjang siang hari, lebih dari biasanya. Semakin ke utara, semakin panjang. Bahkan di Rusia utara, 24 jam akan terus-menerus siang hari (tanpa ada malam gelap).

Alhasil, di Sapporo Jepang berpuasa setidaknya 17-19 jam per hari di bulan Ramadhan tahun ini. Jam 2 pagi sudah melaksanakan shalat subuh. Berbuka puasa pada jam 20 malam dan shalat isya dan tarawih jam 24.00 adalah cobaan tersendiri. Begitu pula di Belanda, Swiss, Austria dan di USA. Semoga masyarakat muslim semua diberi kekuatan berpuasa tahun ini.

Sebaliknya masyarakat yang berada di Australia dan puasa kali ini agak pendek harinya.

Beruntung di Indonesia, panjang hari hanya 13 jam sehari, stabil sepanjang masa. Selamat berpuasa Ramadhan bagi yang menjalankannya. Selamat berpuasa ala Bumi Bulat…