Harga Gabah Turun Saat Panen, Itu Sudah Biasa

0
8
Ist

SUKABUMI, Inspirasibangsa (22/5) — Udin Saefudin, petani di Kampung Koleberes, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Sukabumi mengungkapkan turunnya harga gabah memang sudah menjadi tren ketika musim panen. Harga gabah saat ini turun sampai Rp 1.000 per kilogram. Padahal, harga gabah sebelumnya Rp4.200 per kilogram, akan tetapi saat ini hanya Rp3.200 per kilogram.

“Jika tak naik berarti turun. Tanpa adanya faktor yang pasti petani lagi-lagi menjadi objek permainan tengkulak demi meraup keuntungan,” ungkapnya.

Demikina juga yang dialami Jufri, petani di Karawang, Jawa Barat mengeluhkan tidak hadirnya Bulog di tengah musim panen berlangsung. Padahal katanya, turunya Bulog di lapangan sangat penting karena harga gabah sedang anjlok.

“Kami berusaha keras untuk menanam padi karena pemerintah melalui Bulog akan beli dan jamin harga yang untungkan petani. Tapi kenyataanya sekarang tidak ada Bulog yang turun beli gabah kami. Jadinya, para tengkulak leluasa turun beli murah gabah kami petani,” tuturnya. (Ham)

Berita Terkait: KTNA: Serap Gabah Turun 50 Persen