Garuda Indonesia Ambil Alih Penumpang Qatar Airways

0
19
Qatar Airways. (Ist)

JAKARTA, Inspirasibangsa (8/6) — Kisruh soal boikot terhadap Qatar oleh sejumlah negara Arab berdampak pada penjadwalan penerbangan Qatar Airways ke Arab Saudi terutama untuk perjalanan Umroh.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan penerbangan dari Arab Saudi ke Indonesia juga sudah ditampung oleh maskapai Garuda, Saudi, dan Turki.

Menurut Budi, hal itu menjadi permasalahan yang mendasar, yang dalam koordinasi Kemenhub dengan Kemenlu harus segera diselesaikan juga.

Sementara itu, Garuda Indonesia akan mengambil alih sebagian calon penumpang Qatar Airways yang memiliki rute Jakarta menuju Saudi Arabia, seperti untuk tujuan umroh.

“Kami ada kerja sama dengan pihak Qatar Airways, beberapa penumpang yang akan diangkut dari Jakarta ke Saudi Arabia akan dialihkan dengan Garuda Indonesia, perkiraan masih dalam waktu jangka pendek,” kata President dan CEO PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Pahala N Mansyuri kepada wartawandi Jakarta, Kamis.

Ia menuturkan hal tersebut bisa menjadi kesempatan bagi Garuda Indonesia untuk mengenalkan kepada pelanggan adanya rute pasar umroh yang masih memiliki potensi besar kedepannya.

Teknis pengambilalihannya adalah pada penerbangan pertama akan mengangkut sebanyak 45 penumpang dari Jakarta ke Saudi Arabia. Kemudian kedua, kurang lebih sebanyak 150 penumpang pesawat akan diangkut sesuai rute Qatar Airways sbelumnya yaitu Jakarta-Saudi Arabia.

Layanan penerbangan Qatar Airways hingga Rabu 7 Juni 2017 tetap beroperasi ke Indonesia sebagaimana ditegaskan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang tidak mencabut lisensi terbang maskapai ini.
Dalam keterangan tertulisnya usai menyaksikan penandatanganan MoU antara PT. Whitesky Aviation dengan PT. Angkasa Pura II di Cengkareng, Rabu pagi, Budi menegaskan tidak mencabut lisensi maskapai Qatar itu.
“Memang betul! Tidak ada pencabutan lisensi, yang benar adalah pengalihan para jemaah umrah asal Indonesia yang sedianya menggunakan Qatar Airways ke maskapai lain,” ujar Budi.
Dia menyatakan pengalihan dilakukan sebagai imbas krisis diplomatik antara Qatar dengan negara-negara Arab, yang berujung pada dilarang terbangnya Qatar Airways ke negara-negara Arab tersebut. (Lang)