Fenomena Ahok Membawa Berkah Bagi Pedagang Bunga Ucapan

0
20
Pedagang karangan bunga papan di Pasar Rawa Belong Jakarta mulai kewalahan terima orderan untuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (Ist)

JAKARTA, Inspirasibangsa (12/5)Fenomena karangan bunga untuk Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam beberapa waktu ini bahkan menular karangan bunga ke Mabes Polri dan Polda Metro Jaya yang menyita perhatian masyarakat akhir-akhir ini.

Pasalnya, ribuan karangan bunga sempat berjejer di Balai Kota DKI Jakarta hingga Monas. Tidak hanya di Balai Kota, karangan bunga untuk Ahok juga berada di beberapa titik yaitu Rutan Cipinang dan Mako Brimob Kelapadua, Depok.

Jelas, fenomena simpatik terhadap Ahok ini tak lain menguntungkan para penjual atau perajin bunga. Lantas, berapa keuntungan yang mereka dapat?

Misalnya, Ronald (30) salah satu penjual di Pasar Bunga Rawa Belong Jakarta mengatakan, pesanan terbanyak untuk karangan bunga sekitar 1-2 minggu lalu. Bunga-bunga itu dikirimkan ke Balai Kota Jakarta.

Untuk Ahok saja, dia mengaku bisa membuat 15-20 papan karangan bunga per hari. Dengan begitu, jika digabung dengan pesanan biasa untuk pernikahan, kematian, dan peresmian sehari bisa membuat 30 karangan bunga.

“1-2 minggu lalu banyak, saya cuma 15-20 karangan bunga (untuk Ahok saja) per hari,” kata Ronald pemilik Toko Pelangi Bunga Indonesia kepada awak media di Pasar Rawa Belong Jakarta, Kamis (11/5).

Dia mengatakan, fenomena ini termasuk bersejarah karena belum pernah menerima pesanan bunga sebanyak ini. Momen-momen banyaknya pesanan bunga terjadi saat meninggal-nya Presiden ke-2 Soeharto dan meninggal-nya suami dari Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, Taufik Kemas. “Cuma Pak Harto, dan suami Megawati paling 1.000. Ini parah sampai puluhan ribu,” kata dia.

Lebih lanjut, tiap papan karangan bunga itu dijual seharga Rp 450 ribu. Sementara, biaya produksi tiap papan bunga Rp 300 ribu sampai Rp 350 ribu.

Memang, Ronald belum bisa membeberkan berapa besar keuntungan penjualan bunga karena fenomena Ahok tersebut. Namun, dia menuturkan, omzet penjualan bakal naik sekitar Rp 20 juta-Rp 30 juta bulan ini. Sementara, rata-rata omzet setiap bulan di kisaran Rp 100 juta.

“Omzet kayaknya naik, kan makin banyak. Omzet Rp 100 juta per bulan, kan bagi-bagi yang lain juga, paling naik Rp 20-30 juta,” ungkap Ronald.

Ronald mengaku, order karangan bunga untuk Ahok ini lebih banyak dipesan oleh pribadi serta kelompok kecil seperti ibu-ibu arisan. Dia menambahkan, karangan order karangan bunga untuk Ahok masih berjalan walaupun tak sebanyak minggu lalu.

“Ya memang nggak begitu banyak, ada 1-2 karangan bunga, tapi nggak begitu banyak. Minggu kemarin 10 bunga, 15 bunga, 20 bunga,” ujar dia.

Maraknya pesanan bunga dibenarkan Wawan (45). Wawan sendiri merupakan pekerja di toko bosbunga.com. Toko tersebut juga terletak di Pasar Bunga Rawa Belong.

Dia menjelaskan, bisa membuat 20 karangan bunga per hari hanya untuk Ahok. Khususnya, saat momen karangan bunga membanjiri Balai Kota Jakarta.

Alhamdulilah semua kebagian. Sehari bisa bikin 20 per hari, di luar itu juga banyak. Kemarin itu acara simpatisan itu jadi banyak,” kata dia.

Padahal, di hari biasa dia hanya melayani 10 karangan bunga untuk acara pernikahan, kematian, maupun peresmian. “Kalau biasa ada 10 per hari,” ujar dia seperti dilansir Liputan6.com.

Namun, pesanan bunga tersebut kini sudah susut. Wawan sendiri mengaku, saat ini baru melayani pesanan untuk pernikahan. “Sudah nggak, untuk acara wedding sudah habis,” ujar dia. (Lang)