BNI 46 Gandeng Beberapa Perusahaan Teknologi Finansial Untuk Pelayanan

0
12
BNI 46 merupakan bank terbesar keempat di Indonesia. (Ist)

JAKARTA, Inspirasibangsa (6/7) — Adanyaserangan virus secara global yang menamakan diri Petya setelah sebelumnya sistem teknologi global kelimpungan menghadapi serangan Ransomware Wannacry. Dan, Bank Indonesia (BI) mendesak industri perbankan untuk memutakhirkan sistem teknologi informasi agar mampu membentengi diri dari serangan siber (cyber attack) yang akhir-akhir ini semakin masif, dan turut berisiko mengganggu stabilitas sistem keuangan.

Karena itu, PT Bank Negara Indonesia Tbk akan menggandeng beberapa perusahaan teknologi finansial (Tekfin/Financial Technology) untuk membantu digitalisasi layanan perseroan.

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni di Jakarta, Rabu, menjelaskan perseroan sudah mulai bekerja sama dengan 10 perusahaan Tekfin. Beberapa Tekfin yang sudah bekerja sama itu antara lain layanan transportasi Go-Jek, kemudian Plug n Play dan juga Tokopedia.

Saat ini, kata dia, bank plat merah tersebut sedang mengevaluasi peluang kerja sama dengan Tekfin lainnya untuk produk-produk perbankan digital selanjutnya.

“Kami sedang mengevaluasi beberapa perusahaan rintisan Tekfin yang akan ditindaklanjuti untuk membantu pelayanan digital kami kepada nasabah,” ujarnya.

Di sektor lainnya, BNI juga ingin bekerja sama untuk mengembangkan modal ventura, dengan kerja sama perusahaan modal ventura yang sudah ada.

“Kita ingin bagaimana kita kembangkan usaha kita secara maksimal melalui perbankan digital, termasuk dari segi infrastruktur,” ujarnya.

Digitalisasi layanan perbankan, kata Baiquni, menjadi konsep pengembangan BNI di ulang tahun ke-71 pada tahun ini.

Beberapa produk digital perbankan yang sudah dirilis BNI antara lain BNI UnikQu, BNI Digital Loan, dashboard Bansos (Bantuan Sosial), Agen46 BNI, dan beberapa lainnya. (Lang)