BMT dan Bank Syariah, Lembanga Keuangan yang Mengedepankan Keadilan

0
24
Ist

JAKARTA, Inspirasibangsa (27/4) — Baitul Maal Waa Tamwil (BMT) dan Bank Syariah merupakan lembaga keuangan yang mulai berkembang di Indonesia. Di mana, kedua lembaga keuangan tersebut, menggunakan sistem syariah, dalam menjalankan bisnisnya.

Salah satu ciri dari sistem syariah ialah, adanya sistem keadilan dalam setiap transaksinya. Di mana, adanya keadilan membuat masyarakat tertarik untuk menggunakan jasa keuangan di Baitul Maal Waa Tamwil (BMT) dan Bank Syariah.

Artikel Terkait: Mengenal BMT dan Skala Bisnisnya

“Yang pasti, karena ini jasa keuangan syariah di mana syariah prinsipnya adil. Ini dikedepankan, agar beda dengan industri lain,” kata Koko T Rachmadi, Ketua Bidang Hubungan Media Asosiasi Perbankan Syariah Indonesia (Asbsindo), di Djakarta Theater, Selasa malam (25/4), seperti dilansir dari republika.co.id.

Koko menjelaskan, bahwa Asbisindo sangat pengapresiasi kiprah pegiat BMT yang membantu pelaku usaha kecil terbebas dari rentenir. Seperti yang dilakukan Mursidah Rambe dan BMT Beringharjo.

Artikel Terkait: Sejarah Berdirinya BMT Beringharjo

Menurut Koko, antara perbankan syariah dengan BMT perlu komunikasi lebih lanjut. Di satu sisi, perbankan syariah harus tahu model bisnis BMT. Seperti apa dan BMT, juga harus paham model bisnis bank seperti apa.

“Perbankan punya kelebihan pada teknologi dan sistem. Sementara BMT unggul pada pendekatan humanis-nya kepada nasabah,” tambah Koko.

Artikel Terkait: Mengenal Perbankan Syariah di Indonesia

Menurut Koko, Bank sendiri tidak masalah, jika ada beberapa hal yang harus disesuaikan dengan BMT. Tapi, ada risiko yang belum dicakup dalam regulasi saat ini. Karena itu, butuh juga peran regulator di sana. Sehingga, antara BMT dan Bank bisa sama-sama bersinergi.

Bank-bank syariah dan unit usaha syariah yang punya induk, bisa manfaatkan fasilitas induk yang sudah menjangkau daerah, meski segmen pasar tiap bank berbeda. “Ini preferensi masing-masing. Yang pasti brachless banking, membuat akses jasa keuangan ke daerah makin terbuka,” pungkas Koko. (Ham)