Belajar Arti Pancasila Dari Roma, Italia

0
17
Masjid Agung Roma dari Udara. (Ist)

ROMA, Inspirasibangsa (1/6) Italia adalah negara penuh peradaban. bukan hanya olahraga sepakbolanya yang melegenda, tetapi keagamaan dan budaya tetap dijaga sampai hari ini. Banyak kota-kota di Italia yang menjadi landmark atau brand iconic dunia, salah satunya adalah Pisa yang terkenal dengan menara pisanya yang miring, atau orang biasa menyebutnya menara miring Pisa.

Terlebih lagi Roma yang merupakan sumber peradaban Kuno, yang dikenal pada zaman itu sebagai kerajaan Romawi Kuno. Colloseum yang sering kita baca sebagai tempat diadunya para gladiator sampai mati, juga salah satunya adalah Istana dan benteng Kaisar Nero yang terkenal sangat sadis. Roma sampai hari ini masih menyimpan rapih bukti-bukti sejarahnya.

Dahulu kota ini terkenal dengan Imperium Romawi. Buktinya banyak benteng-benteng kokoh sebagai tembok pertahanan. Sebagai warga negara Indonesia, Patut berbangga dengan Indonesia. Di kota Roma ini, Indonesia memiliki Kantor di tengah pusat kota yang strategis. Tidak banyak negara yang dapat memiliki atau menempati kantor sebagai kedutaan di sekitar Via Campania – Kota Roma ini, karena bisa jadi sekitar gedung di sini sudah tidak boleh lagi dimiliki sendiri.

Selain Indonesia yang Kantor kedutaannya berkedudukan di Via Compania, ada negara Amerika dan juga Jepang yang berkedudukan kantor kedutaannya di zona ramai dan tidak pernah sepi dari lalu lalang kendaraan ini.

Belajar Toleransi dari negara Itali, seperti di Milan, Roma, dan Vatikan terlihat begitu damai sekali. Sering adanya undangan dialog keagamaan dari Vatikan untuk Muslim di Roma untuk menjaga keharmonisan, kerukunan antar umat beragama, dan keutuhan kebangsaan. Seperti yang diceritakan oleh Adnan (seorang staff KBRI yang ahli hukum Islam, red) kepada Khumaini Rosadi (Dai Ambassador Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) 2017) selama di Kota Roma, Italia (Kamis, 1/06)

Menurut Adnan, toleransi di Roma banyak terjadi seperti pemuka-pemuka agama di Vatikan bahkan lebih tahu tentang hukum-hukum dalam keislaman dibandingkan umat Islam sendiri di sini, makanya seharusnya sebagai muslim termotivasi lagi untuk mempelajari keislaman lebih banyak.

“Sediakan waktu untuk membaca dan belajar Alquran. dan sebagai Muslim yang minoritas, yang berada di negara pusatnya mayoritas agama Katolik, haruslah tetap berbuat baik, sopan santun, dan berakhlak baik imbuhnya seperti dalam siaran pers Dompet Dhuafa yang diterima Inspirasibangsa Kamis siang (1/6).

Tidak disangka. ternyata masjid terbesar di Eropa pun terletak di Roma Italia. Uniknya lagi, masjid ini disebut dalam bahasa italia, centralo culturale islamico atau pusat kebudayaan Islam. Meskipun Mayoritas penduduknya umat Katolik, tidak menghalangi kebebasan kaum muslimin untuk menjalankan ibadah puasa dari fajar sampai maghrib. Dan kehangatan kebersamaan muslim itu terdapat di dalam masjid yang menjadi pusat berkumpulnya kaum muslimin untuk melaksanakan sholat berjamaah dan ibadah-ibadah yang lainnya.

Sebagaimana dulu ketika zaman nabi, Masjid bukan hanya dijadikan sebagai tempat untuk ibadah, tetapi masjid juga dijadikan sebagai pusat budaya. Masjid difungsikan sebagai tempat untuk berdiskusi dan bermusyawarah. Masjid dijadikan sebagai tempat belajar mengajar. Bahkan masjid dijadikan sebagai tempat mengatur strategi.

Masjid ini dibangun hasil dari kesepakatan organisasi Islam se-dunia atau yang disebut OKI. Tercatat ada 23 negara yang menjadi perintis dan menyetujui dibangunnya pusat kebudayaan Islam di Roma. Adapaun negara-negara yang mendukung adalah: Algeria, Saudi Arabia, Bahrain, Bangladesh, Brunei Darussalam, Egitto, Emirat Arab, Giordania, Indonesia, Iraq, Kuwait, Libia, Malaysia, Maroko, Mauritania, Oman, Pakistan, Qatar, Senegal, Sudan, Tunisia, Turki, dan Yaman.

Masjid yang menjadi kebanggaan kaum muslimin di Roma ini diresmikan pada tanggal 21 Juni 1995 yang bertepatan dengan tanggal 23 Muharram 1416 H oleh Raja Fahd bin Abdul Aziz as-Suud pada saat itu, dan dijadikan sebagai pusat kebudayaan Islam di Roma.

Semoga masjid yang telah terbangun di Roma ini menjadi pusat bertukar ilmu pengetahun dan budaya antar bangsa dan negara, juga menjadi tempat berkumpulnya kaum muslimin dan mempererat persaudaraan muslimin, meskipun beda bahasa dan warna kulit. (Dian)