Aset Asuransi Syariah Naik 45 Persen

0
22
Ist

JAKARTA, Inspirasibangsa (14/6) — Keberadaan Industri Syariah di Indonesia makin digemari oleh konsumen. Pasalnya, Indonesia sebagai negara dengan mayoritas muslim, tentu akan menjadi pangsa pasar yang tepat untuk pengembangan Industri Syariah ke depannya.

Salah satu industri syariah yang saat ini menunjukkan kinerja positif ialah Industri Asuransi Syariah. Di mana, asuransi syariah mengalami peningkatan aset sebesar 45 persen untuk tahun 2016.

Menurut Pemimpin Lembaga Riset Media Asuransi (LRMA) Mucharor Djalil, di sela-sela acara Insurance Award 2017 di Hotel Le Meridien-Jakarta, (7/6), seperti dilansir dari mysharing.co, kontribusi (premi) bruto dari industri asuransi syariah ini meningkat signifikan, yaitu sebesar 83%, dari Rp677,06 miliar pada tahun 2015 menjadi Rp1,24 triliun di tahun 2016.

Hanya saja, di samping itu klaim bruto juga mengalami kenaikan yang lebih tinggi lagi yaitu 151%, dari Rp281,96 miliar menjadi Rp707,37miliar di tahun 2016.

Menurutnya, faktor ini menyebabkan surplus dana tabarru industri asuransi ini menurun sekitar 10%, dari Rp109,38 miliar di tahun 2015 menjadi Rp98,47 miliar di tahun 2016.

Menurut Mucharor Djalil, kelebihan kekayaan dana qardh tetap menunjukkan kenaikan yang signifikan, yaitu sebesar 158% dari Rp239,89 miliar di tahun 2015 menjadi Rp 619,90 di tahun 2016.

“Dari sisi aset, kinerja industri asuransi syariah juga boleh dibilang cukup menggembirakan. Pada tahun 2016 terjadi kenaikan aset di industri ini sebesar 45 persen, dari Rp2,17 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp3,14 triliun di tahun setelahnya (2016),” tambah Mucharor Djalil.

Mucharor Djalil menambahkan, pertumbuhan lainnya juga terjadi pada ekuitas sebesar 71 persen, dari Rp594,54 miliar pada tahun 2015 menjadi Rp1,01 triliun di tahun 2016.

Begitu juga dengan nilai investasi, terjadi peningkatan sebesar 55 persen, dari Rp1,56 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp2,43 triliun di tahun 2016.

“Menarik juga untuk diperhatikan, sebuah peningkatan yang sangat fantastis terjadi pada laba dana perusahaan yang tercatat tumbuh sebesar 599 persen. Pada tahun 2015 laba dana perusahaan hanya tercatat sebesar Rp3,82 miliar, pada tahun 2016 meloncat tinggi hingga menjadi Rp26,73 miliar,” demikian tutup Mucharor Djalil.

Dengan demikian, adanya peningkatan yang cukup signifikan di Industri Asuransi Syariah, menjadi tanda pada semua stakeholder untuk terus meningkatkan performa perusahaan. Sehingga, peningkatan di industri Asuransi Syariah akan terus terjadi setiap tahunnya. (Ham)