ASDP Buka Tiket Online, Antisipasi Antrian Tiket di Pelabuhan Penyebrangan

0
23
Antrian panjang kendaraan pemudik yang akan menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung, terjadi pada puncak arus mudik Lebaran di Pelabuhan Merak, Banten, Rabu (15/7). Hingga saat ini diperkirakan sebanyak lebih dari 500.000 pemudik tujuan Sumatera telah melewati Pelabuhan Merak. (Ist)
Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)
15-07-2015

JAKARTA, Inspirasibangsa (5/6) — Antisipasi penumpang mudik lebaran membludak di pelabuhan penyebrangan antar pulau, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi membuka penjualan tiket berjadwal secara online bagi pengguna jasa yang membawa kendaraan golongan I-V, terhitung mulai Kamis (1/6) pukul 00.00 untuk jadwal keberangkatan mulai 19 Juni 2017.

Direktur Pelayanan dan Fasilitas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Christine Hutabarat mengatakan, layanan penjualan tiket online merupakan alternatif solusi dan kemudahan yang ingin diberikan oleh PT ASDP kepada pengguna jasa penyeberangan.

Layanan ini akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari lintasan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk, dan pada akhirnya diharapkan berlaku di seluruh lintasan yang dikelola PT ASDP.

Dengan tersedianya layanan penjualan tiket online ini, pengguna jasa dapat lebih mudah dan nyaman mendapatkan tiket. Cukup pesan tiket melalui website PT ASDP, dan pembayaran dapat dilakukan melalu ATM. Jadi, tidak perlu beli tiket di pelabuhan, sehingga dapat lebih menghemat waktu antrian, tutur Christine, Minggu (4/6).

Menurutnya kini pengguna jasa yang ingin membeli tiket ferry berjadwal secara online, dapat menggunakan ponsel atau tabletnya dengan mengakses http://tiket.indonesiaferry.co.id.

“Pembelian tiket secara online berlaku untuk pemesanan maksimal H-1 keberangkatan,” ujarnya seperti dilansir Bisnis.com.

Adapun layanan penjualan tiket penyeberangan berjadwal secara online saat ini berlaku bagi penumpang, kendaraan roda 2, kendaraan roda 4 (pribadi, pick-up, box barang) dan mobil travel jenis Elf.

Bagi pemudik yang membeli tiket online, dapat menikmati jalur khusus di pelabuhan dengan waktu scan barcode (yang diterima setelah membayar tiket) lebih singkat, sehingga dapat lebih cepat menuju kapal.

Selain itu, data pemudik secara otomatis telah tercatat dalam manifest penumpang karena telah didaftarkan langsung saat proses online.

“Nah kalau ASDP buka pembelian tiket secara online saya lega. Artinya nanti tidak ada penumpukan penumpang di pelabuhan Merak. Saya bertahun-tahun mudik selalu yang saya hadapi adalah kemacetan di jalan tol menuju Merak, sudah itu harus hadapai antrian beli tiket nyebrang. Kalau ini dibuka dari 1 Juni kemaren, saya lega, Mas, semoga aja tahun ini lancar,” ujar Ajie warga Mesuji, Lampung yang sudah hampir 8 tahun merantau di Jakarta ini selalu pulang kampung saat lebaran yang menggunakan jasa kapal penyeberangan kepada Inspirasibangsa.

Sementara, Anto salah seorang warga Depok yang ingin pulang kampung ke Palembang malah sudah pesan tiket untuk pulang kampung melalui online setelah dapat informasi kerabatnya kalau ASDP buka tiket online kemarin Sabtu untuk nyebrang. “Saya bawa kendaraan sendiri mas, naik motor sama kawan,” tukas Anto sumringah.

Sejumlah syarat dan ketentuan online ticketing, diantaranya masa berlaku tiket maksimal 12 jam setelah jam keberangkatan, dan waktu check in (masuk ke pelabuhan) mulai dibuka 3 jam sebelum keberangkatan.

Ia menegaskan, penerapan layanan penjualan tiket berjadwal secara online merupakan bentuk komitmen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dalam upaya meningkatkan kualitas layanan jasa penyeberangan selama musim angkutan Lebaran 2017.

Harapan kami agar dapat lebih fokus memberikan pelayanan kepada pengguna jasa kendaraan pribadi yang jumlahnya terus meningkat tiap tahun,” ujarnya.

Tahun lalu dengan periode H-12 hingga H+10, jumlah pemudik roda empat atau lebih mencapai 556.612 unit, dan tahun ini diprediksi mencapai 581.115 unit atau naik sekitar 4,5 persen dibandingkan tahun lalu.

Kendati menerapkan layanan penjualan tiket online, PT ASDP tetap membuka loket penjualan di luar area pelabuhan (buffer zone) untuk layanan go-show, baik di jalur tol maupun non-tol.

Untuk akses menuju Pelabuhan Merak, lokasi buffer zone terbagi di 5 titik yakni, lapangan Villa Permata Hijau, rest area KM 43 dan KM 68 Tol Tangerang-Merak, Polsub Sektor Grogol-Merak, dan Hotel Mangku Putra-Merak.

Sementara kalau untuk akses menuju Pelabuhan Bakauheni, lokasi buffer zone tersebar di 3 titik, yaitu Terminal Rajabasa, Masjid Agung Kalianda, dan Rumah Makan Begadang 4.

Selanjutnya untuk lokasi buffer zone menuju Pelabuhan Gilimanuk terbagi di 4 titik yaitu Rumah Makan Soka, Lapangan Desa Melaya, Jembatan Timbang Melaya, dan Lahan Pemda.

Sedangkan akses menuju Pelabuhan Ketapang, lokasi buffer zone terbagi di 5 titik yaitu Istana Gandrung, SPBU Farly, Jembatan Timbang Watudodol, Pelindo Tanjung Wangi, dan Stasiun KA Banyuwangi Baru. (Lang)