Alakantuk Adalah Solusi Bagi Pengemudi Saat Mengantuk

0
13
Tiga Mahasiswa FT Universitas Brawijaya, Malang Yang Temukan Alakantuk, Alat Untuk Mengurangi Kecelakaan. (Ist)

MALANG, Inspirasibangsa (3/7) Kelelahan membuat kita mengantuk saat menyetir mobil, solusi untuk itu tiga mahasiswa jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) Malang menemukan alat untuk mengurangi kecelakaan di jalan raya dengan alat diberi nama Alakantuk atau alas duduk anti-kantuk.

Menurut salah seorang penemu Alakantuk, Prayoga Bintang Primawan di Malang, Jawa Timur, Senin minggu lalu, alat tersebut diciptakan karena melihat tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas di Indonesia yang disebabkan oleh faktor pengemudi yang mengantuk.

Alakantuk merupakan inovasi alas duduk yang mampu meningkatkan detak jantung manusia melalui getaran. Prinsip kerjanya berawal dari sensor detak jantung yang terpasang di pergelangan tangan.

Ketika detak jantung terbaca di bawah angka normal, alas duduk bisa menciptakan getaran yang memicu detak jantung kembali meningkat, kata Prayoga.

Alat yang bisa digunakan ketika berkendaraan tersebut, terdiri dari beberapa komponen yaitu alas duduk dan gelang. Dalam alas duduk terdapat komponen elektronik berupa penggetar, sedangkan pada gelang terdapat sensor detak jantung.

Seperti dilansir Bisnis.com., saat bergetar, detak jantung meningkat, aliran darah juga meningkat. Hasilnya, pengemudi menjadi lebih fokus dalam berkendaraan.

Menurut Prayoga, Alakantuk merupakan solusi yang tepat bagi para supir kendaraan roda empat yang memiliki jam kerja lebih dari 12 jam per hari. Alakantuk ini bisa digunakan 3 hingga 4 jam per hari secara terus-menerus dan memudahkan para pengguna di kondisi yang darurat.

Penggunaan Alakantuk sangat mudah, cukup dengan memasang komponen-komponen pada tubuh. Ketiga mahasiswa pencipta alat ini masih akan mengembangkan Alakantuk lebih lanjut dan berencana memperbaiki desain untuk meningkatkan kenyamanan bagi pengguna.

Alakantuk merupakan inovasi mahasiswa yang diikutkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa Karya Cipta (PKM KC). Proses penemuan dan pembuatan alat ini berada di bawah bimbingan dosen Haslinda Kusumaningsih. (Lang)