Mayoritas Harga Sembako Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H Stabil

0
18
Jokowi dan Jusuf Kalla didampingi Tito Karnavian lesehan buka bersama di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Selasa kemarin (20/6). (Ist)

JAKARTA, Inspirasibangsa (21/6) — Man jada wajada, demikian sabda Rasul. Itu lah hasil kerja pemerintah untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan kebutuhan pangan di masyarakat selama bulan Ramadhan dan jelang Idul Fitri 1438 H. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian berkesempatan menyampaikan hasil pengawasan Satgas Pangan, mayoritas harga sembako stabil menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah.

Alhamdulillah,saat ini hanya harga gula sedikit naik, harga komoditas lain stabil. Bahkan di Jawa Timur dapat laporan dari Gubernur Pakde Karwo, ada kenaikan harga namun sudah kami tindak kartel-kartel,” kata Jenderal Tito saat berbuka puasa bersama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Selasa kemarin (20/6).

Satgas Pangan yang dibentuk beberapa pekan silam bertujuan untuk menstabilkan harga sembako dan memastikan rantai distribusi di pasar berjalan dengan baik. Satgas Pangan terdiri atas penyidik Bareskrim dan para perwakilan dari kementerian lembaga terkait, seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Badan Urusan Logistik (Bulog) dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Dalam kesempatan tersebut, Tito juga menjelaskan kinerja Polri, terutama tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri, yang telah menangkap 36 terduga teroris di berbagai daerah pasca peristiwa teror bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu pada Rabu (24/5)lalu.

“Sudah 36 pelaku kami tangkap. Kemarin di Bima akan meledakkan polsek dan termasuk malam ini yang di Banten. Operasi premanisme juga kami bersihkan di terminal dan stasiun, juga penertiban premanisme. Jadi kalau para pemudik mau pulang mudik, aman,” kata mantan Kepala BNPT itu.

Kendati tidak seluruh penangkapan terduga teroris tersebut terkait dengan bom Kampung Melayu, tetapi seluruhnya merupakan sel-sel Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi pada ISIS.

“Mereka ini sel-sel JAD yang berencana melakukan serangan teror,” ujarnya seperti dikutip dari AntaraNews.com.

Dalam acara buka puasa Presiden Jokowi dengan anggota Polri ini juga hadir para pimpinan lembaga negara lainnya, seperti Ketua DPR Setyo Novanto, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Ketua MA Hatta Ali, dan Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif.

Sedangkan dari jajaran Menteri Kabinet Kerja hadir di antaranya Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Selain itu juga hadir beberapa mantan Kapolri, para aktivis, seperti BEM se-Jakarta, HMI, PMKRI, KAHMI, aktivis Cipayung Akbar Tanjung, Teo L Sambuaga. (Lang)